Investasi Energi Terbarukan, Potensi Serap Banyak Tenaga Kerja
4028 Dilihat
28 Jun 2024
SEMARANG - Saat ini energi terbarukan menjadi primadona di dunia investasi. Beberapa proyek investasi di Jawa Tengah khususnys energi terbarukan marak dipromosikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Central Jawa Renewable Energy Investment Forum (CJREIF) 2024 digelar di hotel Padma, Kamis (27/6/2024). CJREIF 2024 adalah event kolaborasi antara DPMPTSP Prov Jateng dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) dan menjadi side-event gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang puncaknya pada akhir tahun 2024.
Jateng memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang dapat dieksplorasi dengan optimal melalui kerja sama antara pemilik proyek dan investor. Kepala DPMPTSP Prov Jateng, Sakina Rosellasari, saat menyampaikan pidato kunci Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, menyampaikan bahwa energi yang dimanfaatkan saat ini masih didominasi oleh energi tak terbarukan yang memicu terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. "Berdasarkan data Dewan Energi Nasional, persentase bauran energi tahun 2023 masih didominasi oleh Batubara (40,46%), Minyak Bumi (30,18%), dan Gas Bumi (16,28%), sedangkan Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) hanya mencapai 13,09%". Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ketergantungan pada energi fosil berdampak pada banyak sektor dan memberikan efek domino. Bercermin pada tahun lalu saat musim kemarau, beberapa daerah di Jawa Tengah juga mengalami kekeringan, seperti Rembang, Blora, Grobogan, Kendal, Brebes, Pekalongan, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. "Kekeringan tersebut merupakan salah satu tanda pentingnya transisi energi untuk mengatasi perubahan iklim", tandasnya.
Sebagai provinsi yang merasakan sendiri dampak dari perubahan iklim, imbuhnya, Pemprov Jateng berupaya untuk mengurangi emisi dan dampak perubahan iklim. Di antaranya yaitu pelaksanaan inisiatif ekonomi sirkuler, rencana pembentukan kelompok kerja mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penyusunan dokumen perencanaan yang mencakup upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan kegiatan-kegiatan transisi menuju ekonomi hijau. Pemprov Jateng juga berupaya mendukung percepatan pencapaian sasaran pemanfaatan energi terbarukan dan investasi jangka panjang di sektor energi terbarukan melalui Perda Nomor 12 Tahun 2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Jawa Tengah, pemerintah ber-komitmen untuk meningkatkan bauran energi terbarukan higga 21,82% di tahun 2025. "Hingga tahun 2023 lalu, bauran energi terbarukan baru mencapai 15,98% sehingga dalam 2 tahun tersisa, perlu akselerasi untuk mencapai target yang ditetapkan", bebernya.
Peran serta berbagai pihak mulai dari masyarakat, sektor swasta, industri, komersial, dan lembaga pembiayaan penting untuk keberhasilan transisi energi. Pada akhir pembacaan pidato, Sakina menyampaikan pula bahwa Pemprov Jateng bekerja sama dengan IESR menyelenggarakan CJREIF dengan harapan mendorong keterlibatan banyak pihak dalam menciptakan kemudahan investasi dan pemanfaatan energi hijau di Jawa Tengah. "Investasi di bidang energi terbarukan tidak hanya berkontribusi pada penurunan pemanfaatan energi fosil. Namun, juga berpotensi menyerap lapangan kerja baru dan tumbuhnya ekosistem industri pendukung lainnya", imbuhnya siang itu. (humas.dpmptsp.jtg)
Saat ini energi terbarukan menjadi primadona di dunia investasi. Beberapa proyek investasi di Jawa Tengah khususnys energi terbarukan marak dipromosikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Central Jawa Renewable Energy Investment Forum (CJREIF) 2024 digelar di hotel Padma, Kamis (27/6/2024). CJREIF 2024 adalah event kolaborasi antara DPMPTSP Prov Jateng dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) dan menjadi side-event gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang puncaknya pada akhir tahun 2024.
Berita Lainnya
- 07 Sep 2024
- 3471 Dilihat

- 28 Aug 2024
- 3501 Dilihat

- 06 Aug 2024
- 3496 Dilihat

- 10 Jul 2024
- 3526 Dilihat

- 18 Dec 2023
- 4159 Dilihat
