Mengapa Berinvestasi Di Jawa Tengah ?
Jawa Tengah menawarkan iklim investasi yang kondusif dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, infrastruktur yang terus berkembang, serta biaya tenaga kerja yang kompetitif. Didukung oleh masyarakat yang ramah, rajin, dan memiliki etos kerja tinggi, Jawa Tengah menjadi pilihan strategis bagi investor yang ingin tumbuh bersama wilayah yang penuh potensi.
Keunggulan biaya tenaga kerja di Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Tahun 2025, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) berkisar antara Rp 2.170.475 (Banjarnegara) hingga Rp 3.454.827 (Kota Semarang), memberikan fleksibilitas dan efisiensi biaya produksi. Selain itu, infrastruktur yang terus berkembang seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri semakin memperkuat daya saing Jawa Tengah sebagai destinasi investasi unggulan
Infrastruktur Unggulan
Terdapat 2 pelabuhan Internasional dan beberapa pelabuhan kapal - kapal kecil atau nelayan di sepanjang jalur pantai utara Jawa Tengah.
Terdapat 300,090 km jalan tol yang telah digunakan di sepanjang wilayah Jawa Tengah, dan masih terdapat beberapa perencanaan pembangunan Jalan Tol di Jawa Tengah.
Terdapat 7.303,97 MV yang telah terpasang di wilayah Jawa Tengah, dan terdapat beberapa rencana lagi penambahan kapasitas dari pembangkit listrik yang sedang dalam tahap pembangunan.
Terdapat 4 Kawasan Industri dan 2 Kawasan Ekonomi Khusus yang bisa menjadi peluang untuk investor menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
Terdapat 2 bandara besar dan 3 bandara kecil yang melayani penerbangan jarak pendek dengan pesawat kecil.
Terdapat 1,557 km jalur kereta api yang menghubungkan antara Jawa Tengah bagian utara, selatan, barat, dan tengah.
Pertumbuhan Ekonomi
Pada tahun 2024, perekonomian Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,95% (year-on-year), menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah tantangan global. Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp1,82 triliun, sektor industri pengolahan masih menjadi pendorong utama, berkontribusi sebesar 33,84% terhadap perekonomian daerah. Sektor konsumsi rumah tangga juga memainkan peran penting, menyumbang 61,29% terhadap PDRB. Ke depan, proyek strategis seperti Jalan Tol Yogyakarta–Bawen dan Kawasan Industri Terpadu Batang diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang investasi baru di Jawa Tengah.
Performa Investasi
Jawa Tengah mencatatkan prestasi luar biasa di tahun 2024 dengan total realisasi investasi mencapai Rp88,44 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin besar terhadap potensi ekonomi dan iklim investasi yang kondusif di provinsi ini. Dengan sektor-sektor unggulan seperti industri manufaktur, infrastruktur, dan pariwisata yang terus berkembang, Jawa Tengah semakin menarik bagi investasi jangka panjang. Kawasan-kawasan seperti Kabupaten Kendal, Batang, Demak, Semarang, dan Jepara menjadi pilihan utama para investor domestik maupun asing.
Data UMK
Dengan kenaikan rata-rata 6,5%, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Tengah tahun 2025 kini berkisar antara Rp 2.170.475 di Banjarnegara hingga Rp 3.454.827 di Kota Semarang. Ini menjadikan Jawa Tengah sebagai pilihan strategis bagi investor yang mencari efisiensi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas dan loyalitas.
| No | Tahun | Sumber data | Kabupaten/Kota | Nilai UMK |
|---|---|---|---|---|
|
1
|
2026
|
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
|
Kabupaten Kudus
|
Rp 2.818.585
|
|
2
|
2026
|
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
|
Kabupaten Cilacap
|
Rp 2.773.184
|
|
3
|
2026
|
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
|
Kabupaten Jepara
|
Rp 2.756.501
|
|
4
|
2026
|
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
|
Kabupaten Batang
|
Rp 2.708.520
|
|
5
|
2026
|
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
|
Kota Pekalongan
|
Rp 2.700.926
|
Kawasan Industri
Berita
Mulailah Berinvestasi di Jawa Tengah
Temukan potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan raih kesuksesan bersama Jawa Tengah.