Kawasan Industri

WIJAYAKUSUMA INDUSTRIAL AREA

Kawasan Industri Wijayakusuma

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri. KIW telah beroperasi sejak tahun 1998 dan dalam perkembangannya menjadi bagian dari Holding Danareksa. Secara historis, perusahaan sebelumnya bernama PT Kawasan Industri Cilacap (KIC), yang didirikan di Kabupaten Cilacap pada tahun 1988, kemudian berpindah ke Semarang dan menggunakan nama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) pada tahun 1999.Dalam menjalankan kegiatan usahanya, KIW memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan industri serta membangun ekosistem usaha yang mendukung berbagai sektor industri. KIW juga memiliki entitas dalam kelompok usahanya, antara lain PT Putra Wijayakusuma Sakti (PWS) sebagai anak perusahaan. Selain itu, KIW memiliki keterlibatan dalam pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan pemerintah daerah.Dari sisi tata kelola dan standar pengelolaan, KIW mencantumkan berbagai sertifikasi ISO, yaitu ISO 14001:2015, ISO 9001:2015, dan ISO 39001:2016. Company profile juga mencatat berbagai penghargaan yang diterima perusahaan, antara lain penghargaan kinerja keuangan dari Infobank Magazine selama periode 2012–2023, penghargaan pengelolaan lingkungan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama 2013–2022, serta penghargaan di bidang pemasaran dari sejumlah institusi.

JATENGLAND INDUSTRIAL PARK SAYUNG

Jatengland Industrial Park Sayung

PT Jawa Tengah Lahan Andalan (JATENGLAND) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri di Jawa Tengah. Perusahaan didirikan pada 8 April 2013 dan merupakan bagian dari Mugan Group. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Jawa Tengah Lahan Andalan berperan sebagai pengembang sekaligus pengelola Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS) di Kabupaten Demak.Sebagai perusahaan pengembang kawasan industri, JATENGLAND berorientasi pada penyediaan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari penyediaan lahan industri hingga infrastruktur, utilitas, fasilitas pendukung, dan layanan bagi tenant. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan bagi investor dalam mendirikan maupun mengembangkan kegiatan usaha di kawasan industri. JATENGLAND juga menempatkan aspek keberlanjutan, inovasi infrastruktur, dan dukungan terhadap pertumbuhan tenant sebagai bagian dari pengembangan kawasan.Kantor pusat PT Jawa Tengah Lahan Andalan beralamat di Jl. Pandanaran No. 30, Suara Merdeka Tower Lantai 8, Kota Semarang, Jawa Tengah, sedangkan kawasan JIPS berlokasi di Jl. Semarang–Demak KM 14,7, Desa Batu, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Lokasi perusahaan di Kota Semarang dan kawasan yang berada pada koridor Semarang–Demak memberikan keterkaitan yang erat dengan pusat kegiatan ekonomi dan industri di kawasan metropolitan Semarang dan wilayah pantura Jawa Tengah.Dalam pengelolaan kawasan, JATENGLAND menyediakan berbagai alternatif ruang usaha yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor, antara lain lahan industri mulai dari 1 hektare, gudang dengan luas sekitar 300–1.000 m², serta commercial unit/ruko. Penyediaan berbagai tipe ruang tersebut memungkinkan kawasan melayani kebutuhan perusahaan manufaktur, pergudangan, logistik, distribusi, perdagangan, maupun kegiatan usaha pendukung lainnya.JATENGLAND juga menyediakan infrastruktur dan utilitas dasar untuk mendukung kegiatan operasional tenant, meliputi pasokan listrik PLN, Water Treatment Plant (WTP), Wastewater Treatment Plant (WWTP), pengelolaan limbah, jaringan telekomunikasi, keamanan 24 jam, serta klinik kawasan. Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari konsep kawasan industri terintegrasi yang dikembangkan JATENGLAND untuk meningkatkan kesiapan kawasan dalam menerima investasi baru.Dengan pengalaman sejak 2013 dan fokus pada pengembangan JIPS, PT Jawa Tengah Lahan Andalan memiliki posisi sebagai salah satu pengembang kawasan industri swasta di Jawa Tengah. Perusahaan tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga membangun ekosistem pendukung kegiatan industri melalui penyediaan infrastruktur, utilitas, ruang usaha, dan layanan pengelolaan kawasan. Hal tersebut menjadikan JATENGLAND sebagai salah satu entitas yang mendukung pengembangan investasi dan industrialisasi pada koridor Semarang–Demak.

GRAND BATANG CITY

KEK Industropolis Batang

Industropolis Batang merupakan pengembangan kawasan industri terpadu yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem kawasan ekonomi khusus dan diarahkan menjadi salah satu destinasi investasi industri di Asia Tenggara. Materi perusahaan menggunakan identitas “Industropolis Batang SEZ” dengan positioning sebagai “Southeast Asia’s Investment Destination”, serta menampilkan keterkaitannya dengan Danantara Indonesia dan Danareksa.Dalam pengembangannya, perusahaan tidak hanya menyediakan lahan industri, tetapi membangun ekosistem kawasan yang mengintegrasikan kebutuhan industri, utilitas, konektivitas logistik, fasilitas komersial, layanan publik, hunian, serta fasilitas pendukung aktivitas bisnis. Pendekatan tersebut tercermin dalam konsep pengembangan kawasan yang menggabungkan fungsi industri dengan fasilitas pendukung sehingga kegiatan produksi, distribusi, bisnis, dan kehidupan pekerja dapat berlangsung dalam satu kawasan yang terintegrasi.Perusahaan juga menyediakan fasilitas MICE melalui Nusantara Ballroom dan sejumlah meeting room sebagai bagian dari integrasi antara kegiatan bisnis, networking, dan kolaborasi dengan ekosistem industri. Nusantara Ballroom memiliki luas 536 m² dengan kapasitas hingga 300 orang dalam konfigurasi theatre, sedangkan Nusantara 1 dan Nusantara 2 masing-masing memiliki luas 357 m² dan 180 m². Selain itu tersedia tiga meeting room dengan kapasitas masing-masing 10 orang, 10 orang, dan 30 orang.Dari sisi layanan investasi, kawasan menawarkan skema pemanfaatan lahan dengan periode lease hingga 75 tahun, competitive lease rate dan favorable payment terms. Perusahaan juga menyediakan dukungan bagi tenant melalui proses tenancy journey mulai dari Letter of Intent (LOI), SHIELD Form, Order Confirmation Letter hingga Land Utilization Signing.Dengan pendekatan tersebut, perusahaan memosisikan Industropolis Batang bukan sekadar sebagai penyedia lahan industri, tetapi sebagai pengembang ekosistem industri terpadu yang memberikan dukungan terhadap kebutuhan investasi sejak tahap pemilihan lahan, pembangunan fasilitas, operasional industri hingga aktivitas pendukung bisnis.

KENDAL SPECIAL ECONOMIC ZONE

KEK Kendal

Kendal Industrial Park dikembangkan melalui kerja sama strategis antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development dari Singapura. Struktur kepemilikan pengembang dalam kerja sama tersebut terdiri atas 51% PT Jababeka Tbk dan 49% Sembcorp Development. Kolaborasi kedua pengembang kawasan industri tersebut menjadi landasan pengembangan Kendal sebagai kawasan industri berstandar internasional dan salah satu destinasi investasi manufaktur di Indonesia.PT Jababeka Tbk merupakan pengembang kawasan terpadu yang telah berdiri sejak 1989 dan memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan industri, residensial, komersial, infrastruktur, pengelolaan air dan limbah, energi, serta fasilitas pendukung kawasan. Sementara itu, Sembcorp Development merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sembcorp Industries dan memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan industri serta kawasan perkotaan di berbagai negara Asia. Kombinasi pengalaman kedua perusahaan tersebut mendukung pengembangan Kendal Industrial Park dengan pendekatan pengelolaan kawasan yang berorientasi pada standar internasional.Dalam perkembangannya, Kendal Industrial Park diarahkan tidak hanya sebagai penyedia lahan industri, tetapi sebagai kawasan industri terpadu yang menyediakan infrastruktur, utilitas, layanan kawasan, serta lingkungan pendukung bagi kegiatan manufaktur dan investasi. Brosur menyebutkan bahwa kawasan telah berkembang menjadi lokasi bagi lebih dari 100 perusahaan domestik dan asing yang bergerak dalam berbagai sektor industri.Secara strategis, perusahaan pengembang menempatkan Kendal Industrial Park sebagai kawasan yang terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing industri, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Arah pengembangan jangka panjangnya mencakup penguatan kawasan sebagai pusat manufaktur dan rantai pasok terintegrasi di Indonesia pada 2030 serta menuju kawasan industri hijau dan pusat R&D industri di ASEAN pada 2040 dan seterusnya.

BATANG INDUSTRIAL PARK

Batang Industrial Park

PT Intiland Development Tbk merupakan perusahaan pengembang properti yang memiliki portofolio pengembangan di berbagai segmen properti, termasuk kawasan industri. Pengembangan kawasan industri menjadi salah satu bagian strategis dari portofolio perusahaan karena kawasan industri berperan sebagai pusat kegiatan industrialisasi, produksi, dan perdagangan serta menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap ketersediaan kawasan komersial dan basis produksi.Pengalaman Intiland dalam pengembangan kawasan industri dimulai melalui Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur, yang dikembangkan sejak tahun 1991. Kawasan tersebut telah berkembang menjadi kawasan industri seluas sekitar 470 hektare dengan basis tenant jangka panjang dan mencakup berbagai sektor usaha, antara lain otomotif, manufaktur, consumer goods, serta makanan dan minuman. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari landasan pengembangan Batang Industrial Park di Jawa Tengah.Dalam pengembangan kawasan industri, Intiland menempatkan prinsip keberlanjutan lingkungan, inovasi struktur dan konstruksi, serta pelayanan sebagai bagian dari pendekatan pengembangan kawasan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kawasan industri yang mampu mendukung kegiatan usaha sekaligus memberikan nilai investasi jangka panjang.

BUKIT SEMARANG BARU

BUKIT SEMARANG BARU

PT Karyadeka Alam Lestari merupakan pengembang terkemuka di balik kesuksesan Kawasan Industri BSB (Bukit Semarang Baru), sebuah kawasan industri modern yang terintegrasi di Semarang. Berdiri di atas lahan seluas 112 hektar dengan konsep "Industrial Park" yang asri, perusahaan berkomitmen menyediakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi pertumbuhan industri manufaktur dan logistik. Saat ini, kawasan ini telah dipercaya oleh 66 tenant berskala nasional maupun internasional, dengan 61 tenant yang sudah beroperasi aktif, membuktikan kredibilitas PT Karyadeka Alam Lestari dalam membangun infrastruktur industri yang stabil dan terpercaya.

KAWASAN INDUSTRI TERBOYO SEMARANG  ( KITS )

Kawasan Industri Terboyo Semarang

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) merupakan badan usaha milik negara (BUMN) dengan komposisi pemegang saham : Pemerintah Repubilk Indonesia 51,09%, Pemerintah Tingkat I Daerah Jawa Tengah 40,39% dan Pemerintah Daerah Tingkat II Cilacap 8,52%. Kawasan industri yang paling siap dan terpadu di kota Semarang Jawa Tengah Indonesia tersedia lahan seluas 250 hektar, didesain dengan kawasan mandiri, akrab lingkungan, bebas banjir dan siap pakai. Saat ini sudah dimatangkan 102 hektar, dan dihuni oleh 63 investor (15 PMA dan 48 PMDN). Pengembangan dalam progres seluas 100 hektar dan telah selesai seluas 40 hektar. KIW mempersilahkan kepada investor untuk memanfaatkan kavling yang sesuai dengan jenis industrinya dari 2.000 m2 s/d 50.000 m2.