KEK Industropolis Batang

GRAND BATANG CITY

Profil Kawasan Industri

Industropolis Batang merupakan kawasan industri terpadu yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan memiliki akses langsung terhadap jaringan transportasi utama Pulau Jawa. Marketing Gallery kawasan beralamat di Semarang–Batang Toll Road KM 371+800, Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kawasan dikembangkan dengan konsep “Home for Green and Sustainable Industry”, yang menunjukkan arah pengembangan kawasan menuju industri yang memperhatikan aspek keberlanjutan, teknologi hijau, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan lingkungan. Kawasan juga memprioritaskan investasi pada sustainable import substitution, green technology and clean energy, export-driven industries, foreign direct investment, downstream industry, local workforce empowerment, serta Industry 4.0 dan smart manufacturing.

Dari aspek konektivitas, Industropolis Batang memiliki posisi strategis karena terhubung dengan Trans-Java Toll Road dan memiliki direct toll gateway melalui Exit Tol KM 371. Kawasan juga didukung akses menuju jalur Pantura, pelabuhan, bandara, serta jaringan double-track railway. Materi kawasan mencantumkan jarak sekitar 59 km atau 1 jam perjalanan menuju Semarang melalui Trans Java Toll Road/Highway, sekitar 65 km atau 1 jam menuju Bandara Internasional Ahmad Yani, sekitar 63 km atau 1 jam menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Emas, sekitar 408 km atau 5 jam menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, serta sekitar 406 km atau 5 jam menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari sisi tata ruang dan fungsi kawasan, masterplan Industropolis Batang menunjukkan pembagian berbagai fungsi, antara lain lahan industri, supporting industry, retail and commercial, residential complex, future development, dryport, serta fasilitas pendukung lainnya. Kawasan juga telah memiliki sejumlah tenant dari berbagai sektor, antara lain footwear, glass, solar, food, machinery, medical products, furniture, electrical, serta industri manufaktur lainnya.

Profil Perusahaan

Industropolis Batang merupakan pengembangan kawasan industri terpadu yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem kawasan ekonomi khusus dan diarahkan menjadi salah satu destinasi investasi industri di Asia Tenggara. Materi perusahaan menggunakan identitas “Industropolis Batang SEZ” dengan positioning sebagai “Southeast Asia’s Investment Destination”, serta menampilkan keterkaitannya dengan Danantara Indonesia dan Danareksa.

Dalam pengembangannya, perusahaan tidak hanya menyediakan lahan industri, tetapi membangun ekosistem kawasan yang mengintegrasikan kebutuhan industri, utilitas, konektivitas logistik, fasilitas komersial, layanan publik, hunian, serta fasilitas pendukung aktivitas bisnis. Pendekatan tersebut tercermin dalam konsep pengembangan kawasan yang menggabungkan fungsi industri dengan fasilitas pendukung sehingga kegiatan produksi, distribusi, bisnis, dan kehidupan pekerja dapat berlangsung dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Perusahaan juga menyediakan fasilitas MICE melalui Nusantara Ballroom dan sejumlah meeting room sebagai bagian dari integrasi antara kegiatan bisnis, networking, dan kolaborasi dengan ekosistem industri. Nusantara Ballroom memiliki luas 536 m² dengan kapasitas hingga 300 orang dalam konfigurasi theatre, sedangkan Nusantara 1 dan Nusantara 2 masing-masing memiliki luas 357 m² dan 180 m². Selain itu tersedia tiga meeting room dengan kapasitas masing-masing 10 orang, 10 orang, dan 30 orang.

Dari sisi layanan investasi, kawasan menawarkan skema pemanfaatan lahan dengan periode lease hingga 75 tahun, competitive lease rate dan favorable payment terms. Perusahaan juga menyediakan dukungan bagi tenant melalui proses tenancy journey mulai dari Letter of Intent (LOI), SHIELD Form, Order Confirmation Letter hingga Land Utilization Signing.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan memosisikan Industropolis Batang bukan sekadar sebagai penyedia lahan industri, tetapi sebagai pengembang ekosistem industri terpadu yang memberikan dukungan terhadap kebutuhan investasi sejak tahap pemilihan lahan, pembangunan fasilitas, operasional industri hingga aktivitas pendukung bisnis.

Sumber Air

Tahap 1 (450 ha)
Kapasitas : 285 L/s (hingga 2023)


Tahap 2 (2.650 ha)
Kapasitas : 1.072 L/s (tahap akhir)

Kelistrikan

  • Kapasitas Eksisting 3 Penyulang dari GI Weleri dengan total kapasitas 34 MW (terpasang 2022)
  • Gardu Induk Utama : Kapasitas: 2x60 MVA (hingga 2024)
  • Kualitas Daya : 
    • Frekuensi 49,5-50,5 Hz;
    • Tegangan 20 kV +5%-10%;
    • Cos 0,85 Lagging

Telekomunikasi

  • Internet : 20 – 100 Mbps
  • Jenis : Serat Optik
  • Telepon : Hingga 1000 saluran
  • Layanan : Telepon, Internet, IPTV, CCTV

Sanitasi

-

Transportasi

-