Perkuat Iklim Investasi

Pemerintah Provinsi terus memperkuat iklim investasi, salah satunya dengan mempermudah proses perizinan. Hal itu berlaku baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan, tenaga kerja di Jawa Tengah sangat kompetitif.

Kepastian

Kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) Tahun 2025 , memberi kepastian kepada para calon investor, bahwa iklim investasi di Jateng kondusif.

Sambutan Gubernur Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak investor untuk tak ragu menanamkan modal di Jawa Tengah.karena potensi energi hijau dan sektor pangan di provinsi ini sangat menjanjikan. selain itu menghimbau pentingnya Kepala Daerah untuk berperan sebagai Manager marketing investasi di daerah.

Peluang Investasi Jawa Tengah

Jawa Tengah menawarkan beraneka ragam peluang investasi untuk para investor, yang tersebar di 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah, dan terbagi kedalam beberapa sektor, yaitu sektor pariwisata, industri, pertanian, infrastruktur, properti, dan energi.

Investasi Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang “menawan” untuk berinvestasi, banyak hal yang bisa menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah, mulai dari budaya masyarakat di Jawa Tengah hingga pertumbuhan ekonominya.

Opening Image

Mengapa Berinvestasi Di Jawa Tengah ?

Jawa Tengah menawarkan iklim investasi yang kondusif dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, infrastruktur yang terus berkembang, serta biaya tenaga kerja yang kompetitif. Didukung oleh masyarakat yang ramah, rajin, dan memiliki etos kerja tinggi, Jawa Tengah menjadi pilihan strategis bagi investor yang ingin tumbuh bersama wilayah yang penuh potensi. 

Keunggulan biaya tenaga kerja di Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Tahun 2026, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) berkisar antara Rp 2,33 juta (Banjarnegara) hingga Rp 3.,7 juta (Kota Semarang), memberikan fleksibilitas dan efisiensi biaya produksi. Selain itu, infrastruktur yang terus berkembang seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri semakin memperkuat daya saing Jawa Tengah sebagai destinasi investasi unggulan 

Infrastruktur Unggulan

Jalan Tol

Keberadaan jalan tol di Jawa Tengah menghubungkan berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan barat hingga timur serta dari wilayah utara hingga selatan, sehingga mendukung kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan daya tarik investasi di berbagai daerah.

Ketenagalistrikan

Ketersediaan energi listrik di Jawa Tengah didukung oleh berbagai pembangkit listrik yang telah beroperasi di beberapa wilayah, serta rencana penambahan kapasitas melalui pembangunan pembangkit baru guna mendukung pertumbuhan industri dan investasi.

Kawasan Industri

Jawa Tengah memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, serta sejumlah kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga memberikan berbagai peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

Bandara dan Pelabuhan

Terdapat bandara Internasional dan Bandara Domestik yang melayani penerbangan Internasional dan Domestik. Selain bandara, Jawa Tengah memiliki dua pelabuhan yang melayani kegiatan internasional, yaitu Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, serta sejumlah pelabuhan perikanan dan pelabuhan rakyat yang tersebar di sepanjang pesisir utara.

Jalan Kereta

Jawa Tengah memiliki jalur kereta api di wilayah utara dan selatan yang terhubung dengan jalur lainnya, sehingga menghubungkan wilayah Jawa Tengah bagian utara, selatan, barat, dan tengah.

Sumber Air Baku

Jawa Tengah memiliki beberapa sumber air baku yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan industri.

Pertumbuhan Ekonomi

Pada tahun 2026, perekonomian Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,50% (year-on-year) 2025 SMT 1 dengan 2026 SMT 1, menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah tantangan global dengan 5 sektor unggulan tertinggi yang tercapai, yaitu Industri Barang dari Plastik (Rp5,8 T), Industri Karet dan Plastik (Rp5,1 T), Industri Kayu (Rp4,7 T), Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik, dan Jam (Rp4,2 T) dan Industri Tekstil (Rp3,9 T)

Performa Investasi

Jawa Tengah mencatatkan prestasi luar biasa di tahun 2026  Semester 1 dengan total realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun, melampaui semester 1 tahun 2025 sebesar Rp45,57 triliun dan target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin besar terhadap potensi ekonomi dan iklim investasi yang kondusif di provinsi ini. Dengan sektor-sektor unggulan seperti industri manufaktur, infrastruktur, dan pariwisata yang terus berkembang, Jawa Tengah semakin menarik bagi investasi jangka panjang. Kawasan-kawasan seperti Kabupaten Kendal, Batang, Demak, Semarang, dan Jepara menjadi pilihan utama para investor domestik maupun asing. 

UMK

Data UMK

Dengan kenaikan rata-rata 7,28%, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Tengah tahun 2026 kini berkisar antara Rp 2,33 jt di Banjarnegara hingga Rp 3,7 jt di Kota Semarang. Ini menjadikan Jawa Tengah sebagai pilihan strategis bagi investor yang mencari efisiensi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas dan loyalitas.

No Tahun Sumber data Kabupaten/Kota Nilai UMK
1
2026
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
Kabupaten Kudus
Rp 2.818.585
2
2026
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
Kabupaten Cilacap
Rp 2.773.184
3
2026
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
Kabupaten Jepara
Rp 2.756.501
4
2026
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
Kabupaten Batang
Rp 2.708.520
5
2026
Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505
Kota Pekalongan
Rp 2.700.926

Kawasan Industri

Industrial area

Kawasan Industri Wijayakusuma

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri. KIW telah beroperasi sejak tahun 1998 dan dalam perkembangannya menjadi bagian dari Holding Danareksa. Secara historis, perusahaan sebelumnya bernama PT Kawasan Industri Cilacap (KIC), yang didirikan di Kabupaten Cilacap pada tahun 1988, kemudian berpindah ke Semarang dan menggunakan nama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) pada tahun 1999.Dalam menjalankan kegiatan usahanya, KIW memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan industri serta membangun ekosistem usaha yang mendukung berbagai sektor industri. KIW juga memiliki entitas dalam kelompok usahanya, antara lain PT Putra Wijayakusuma Sakti (PWS) sebagai anak perusahaan. Selain itu, KIW memiliki keterlibatan dalam pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan pemerintah daerah.Dari sisi tata kelola dan standar pengelolaan, KIW mencantumkan berbagai sertifikasi ISO, yaitu ISO 14001:2015, ISO 9001:2015, dan ISO 39001:2016. Company profile juga mencatat berbagai penghargaan yang diterima perusahaan, antara lain penghargaan kinerja keuangan dari Infobank Magazine selama periode 2012–2023, penghargaan pengelolaan lingkungan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama 2013–2022, serta penghargaan di bidang pemasaran dari sejumlah institusi.

Baca Selengkapnya
Industrial area

Jatengland Industrial Park Sayung

PT Jawa Tengah Lahan Andalan (JATENGLAND) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri di Jawa Tengah. Perusahaan didirikan pada 8 April 2013 dan merupakan bagian dari Mugan Group. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Jawa Tengah Lahan Andalan berperan sebagai pengembang sekaligus pengelola Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS) di Kabupaten Demak.Sebagai perusahaan pengembang kawasan industri, JATENGLAND berorientasi pada penyediaan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari penyediaan lahan industri hingga infrastruktur, utilitas, fasilitas pendukung, dan layanan bagi tenant. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan bagi investor dalam mendirikan maupun mengembangkan kegiatan usaha di kawasan industri. JATENGLAND juga menempatkan aspek keberlanjutan, inovasi infrastruktur, dan dukungan terhadap pertumbuhan tenant sebagai bagian dari pengembangan kawasan.Kantor pusat PT Jawa Tengah Lahan Andalan beralamat di Jl. Pandanaran No. 30, Suara Merdeka Tower Lantai 8, Kota Semarang, Jawa Tengah, sedangkan kawasan JIPS berlokasi di Jl. Semarang–Demak KM 14,7, Desa Batu, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Lokasi perusahaan di Kota Semarang dan kawasan yang berada pada koridor Semarang–Demak memberikan keterkaitan yang erat dengan pusat kegiatan ekonomi dan industri di kawasan metropolitan Semarang dan wilayah pantura Jawa Tengah.Dalam pengelolaan kawasan, JATENGLAND menyediakan berbagai alternatif ruang usaha yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor, antara lain lahan industri mulai dari 1 hektare, gudang dengan luas sekitar 300–1.000 m², serta commercial unit/ruko. Penyediaan berbagai tipe ruang tersebut memungkinkan kawasan melayani kebutuhan perusahaan manufaktur, pergudangan, logistik, distribusi, perdagangan, maupun kegiatan usaha pendukung lainnya.JATENGLAND juga menyediakan infrastruktur dan utilitas dasar untuk mendukung kegiatan operasional tenant, meliputi pasokan listrik PLN, Water Treatment Plant (WTP), Wastewater Treatment Plant (WWTP), pengelolaan limbah, jaringan telekomunikasi, keamanan 24 jam, serta klinik kawasan. Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari konsep kawasan industri terintegrasi yang dikembangkan JATENGLAND untuk meningkatkan kesiapan kawasan dalam menerima investasi baru.Dengan pengalaman sejak 2013 dan fokus pada pengembangan JIPS, PT Jawa Tengah Lahan Andalan memiliki posisi sebagai salah satu pengembang kawasan industri swasta di Jawa Tengah. Perusahaan tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga membangun ekosistem pendukung kegiatan industri melalui penyediaan infrastruktur, utilitas, ruang usaha, dan layanan pengelolaan kawasan. Hal tersebut menjadikan JATENGLAND sebagai salah satu entitas yang mendukung pengembangan investasi dan industrialisasi pada koridor Semarang–Demak.

Baca Selengkapnya
Industrial area

KEK Industropolis Batang

Industropolis Batang merupakan pengembangan kawasan industri terpadu yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem kawasan ekonomi khusus dan diarahkan menjadi salah satu destinasi investasi industri di Asia Tenggara. Materi perusahaan menggunakan identitas “Industropolis Batang SEZ” dengan positioning sebagai “Southeast Asia’s Investment Destination”, serta menampilkan keterkaitannya dengan Danantara Indonesia dan Danareksa.Dalam pengembangannya, perusahaan tidak hanya menyediakan lahan industri, tetapi membangun ekosistem kawasan yang mengintegrasikan kebutuhan industri, utilitas, konektivitas logistik, fasilitas komersial, layanan publik, hunian, serta fasilitas pendukung aktivitas bisnis. Pendekatan tersebut tercermin dalam konsep pengembangan kawasan yang menggabungkan fungsi industri dengan fasilitas pendukung sehingga kegiatan produksi, distribusi, bisnis, dan kehidupan pekerja dapat berlangsung dalam satu kawasan yang terintegrasi.Perusahaan juga menyediakan fasilitas MICE melalui Nusantara Ballroom dan sejumlah meeting room sebagai bagian dari integrasi antara kegiatan bisnis, networking, dan kolaborasi dengan ekosistem industri. Nusantara Ballroom memiliki luas 536 m² dengan kapasitas hingga 300 orang dalam konfigurasi theatre, sedangkan Nusantara 1 dan Nusantara 2 masing-masing memiliki luas 357 m² dan 180 m². Selain itu tersedia tiga meeting room dengan kapasitas masing-masing 10 orang, 10 orang, dan 30 orang.Dari sisi layanan investasi, kawasan menawarkan skema pemanfaatan lahan dengan periode lease hingga 75 tahun, competitive lease rate dan favorable payment terms. Perusahaan juga menyediakan dukungan bagi tenant melalui proses tenancy journey mulai dari Letter of Intent (LOI), SHIELD Form, Order Confirmation Letter hingga Land Utilization Signing.Dengan pendekatan tersebut, perusahaan memosisikan Industropolis Batang bukan sekadar sebagai penyedia lahan industri, tetapi sebagai pengembang ekosistem industri terpadu yang memberikan dukungan terhadap kebutuhan investasi sejak tahap pemilihan lahan, pembangunan fasilitas, operasional industri hingga aktivitas pendukung bisnis.

Baca Selengkapnya

Berita

27 Aug 2026
CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat potensi investasi senilai Rp19,07 triliun melalui gelaran Central Java Investment Business Forum (C...

04 Aug 2026
Investasi Baterai Rp350 Juta Dolar AS Masuk KEK Batang, Jateng Perkuat Daya Tarik Investasi Global

SEMARANG — Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia. Perusahaan asal Australia, Pure Batter...

31 Jul 2026
Industri Alas Kaki Jawa Tengah Kian Kokoh, Jadi Magnet Investasi dan Penggerak Reindustrialisasi

SEMARANG – Industri alas kaki dan produk kulit di Jawa Tengah terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penggerak utama investasi daerah. D...

29 Jul 2026
Di Tengah Ketidakpastian Global, Investasi Jateng Tetap Tumbuh dan Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kinerja investasi yang positif pada Semester I Tahun 2026. Di tengah dinamika geopolitik global yang masih...

23 Jul 2026
Jateng–Fujian Perkuat Kemitraan Investasi, Kepala DPMPTSP Jateng Teken MoU Dorong Peluang Usaha dan Perdagangan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Fujian, Tiongkok, kembali memperkuat hubungan kerja sama melalui penandatanganan dua kesepakat...

22 Jul 2026
Gubernur Jateng Dorong Tegal Business Forum 2026 Hasilkan Kerja Sama dan Investasi Konkret

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pelaksanaan Tegal Business Forum 2026 harus mampu menghasilkan kerja sama, kesepakatan us...

Investment Background

Mulailah Berinvestasi di Jawa Tengah

Temukan potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan raih kesuksesan bersama Jawa Tengah.