KEK Kendal

KENDAL SPECIAL ECONOMIC ZONE

Profil Kawasan Industri

Kendal Special Economic Zone (KEK Kendal) merupakan kawasan industri terpadu yang dikembangkan melalui kolaborasi PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development. Kawasan ini dirancang sebagai destinasi manufaktur dan investasi berstandar internasional, dengan integrasi antara kawasan industri, infrastruktur, utilitas, layanan pendukung, serta fasilitas komersial dan sosial.

Kawasan Kendal pertama kali diresmikan pada 14 November 2016 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Selanjutnya, pada tahun 2019, kawasan ini secara resmi ditetapkan sebagai Special Economic Zone. Dalam perkembangannya, Kendal SEZ telah menarik investasi dari perusahaan domestik maupun asing dan berkembang menjadi salah satu kawasan industri utama di Jawa Tengah.

Berdasarkan peta pengembangan dalam brosur, total area pengembangan kawasan mencapai sekitar 2.200 hektare. Peruntukan ruang kawasan mencakup area industri, utilities & amenities, komersial, residensial, serta green area. Kawasan juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti raw water reservoir, water treatment plant, wastewater treatment plant, waste management, truck parking, commercial area, residential area, switchyard, gas terminal, fire brigade, place of worship, serta service and utility center.

Dari sisi konektivitas, Kendal SEZ memiliki posisi strategis di koridor Jawa dan terhubung dengan jaringan jalan, jalur kereta api, pelabuhan, serta bandar udara. Brosur mencantumkan jarak sekitar 20 km dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, 25 km dari Pelabuhan Tanjung Emas, dan 22 km dari Stasiun Kereta Api Semarang. Kawasan juga berada sekitar 21 km dari pusat Kota Semarang dan sekitar 3 jam perjalanan dari Surabaya serta 5 jam perjalanan dari Jakarta.

Profil Perusahaan

Kendal Industrial Park dikembangkan melalui kerja sama strategis antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development dari Singapura. Struktur kepemilikan pengembang dalam kerja sama tersebut terdiri atas 51% PT Jababeka Tbk dan 49% Sembcorp Development. Kolaborasi kedua pengembang kawasan industri tersebut menjadi landasan pengembangan Kendal sebagai kawasan industri berstandar internasional dan salah satu destinasi investasi manufaktur di Indonesia.

PT Jababeka Tbk merupakan pengembang kawasan terpadu yang telah berdiri sejak 1989 dan memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan industri, residensial, komersial, infrastruktur, pengelolaan air dan limbah, energi, serta fasilitas pendukung kawasan. Sementara itu, Sembcorp Development merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sembcorp Industries dan memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan industri serta kawasan perkotaan di berbagai negara Asia. Kombinasi pengalaman kedua perusahaan tersebut mendukung pengembangan Kendal Industrial Park dengan pendekatan pengelolaan kawasan yang berorientasi pada standar internasional.

Dalam perkembangannya, Kendal Industrial Park diarahkan tidak hanya sebagai penyedia lahan industri, tetapi sebagai kawasan industri terpadu yang menyediakan infrastruktur, utilitas, layanan kawasan, serta lingkungan pendukung bagi kegiatan manufaktur dan investasi. Brosur menyebutkan bahwa kawasan telah berkembang menjadi lokasi bagi lebih dari 100 perusahaan domestik dan asing yang bergerak dalam berbagai sektor industri.

Secara strategis, perusahaan pengembang menempatkan Kendal Industrial Park sebagai kawasan yang terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing industri, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Arah pengembangan jangka panjangnya mencakup penguatan kawasan sebagai pusat manufaktur dan rantai pasok terintegrasi di Indonesia pada 2030 serta menuju kawasan industri hijau dan pusat R&D industri di ASEAN pada 2040 dan seterusnya.

Sumber Air

Instalasi penyedia air baku : 500 m3/ jam

Kelistrikan

Listrik di Kawasan Industri Kendal menggunakan sistem dual feeder yang berasal dari PLN sebesar 40.000 kVA. 

Sedangkan untuk jaringan energi, Kawasan Industri Kendal telah bekerja sama dengan Pertagas untuk menyediakan gas industri. Saat ini gas disediakan dengan truk sedangkan untuk pipa gas siap dipakai tahun 2022.

Telekomunikasi

PT Kawasan Industri Kendal menggunakan jaringan telekomunikasi dengan infra fiber optik dan telah bekerja sama dengan empat vendor pelayanan telekomunikasi.

  • FO KIK 3,1 km
  • FO ICTel dalam KIK 14,8 km