Jelajahi
Kawasan Peruntukan Industri
Data Kawasan Peruntukan Industri Jawa Tengah berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten/kota, sebagai acuan awal perencanaan lokasi investasi industri.
64 KPI
Total Kawasan
21/35
Wilayah Terdata
Kawasan Peruntukan Industri
Menampilkan 64 kawasan
Kabupaten Semarang
50,00 Ha
Kabupaten Sragen
72,00 Ha
KPI Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen
Secara umum, kawasan didukung infrastruktur transportasi dan utilitas dasar yang cukup memadai, meliputi akses jalan utama dan jaringan Tol Trans Jawa, kedekatan dengan stasiun kereta api, terminal, bandara, serta akses menuju pelabuhan. Dari sisi utilitas, tersedia jaringan listrik PLN, sumber air baku dan layanan PDAM, serta infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kegiatan industri dan operasional berbasis digital.
Kabupaten Sragen
104,00 Ha
KPI Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen
Secara umum, kawasan didukung infrastruktur transportasi dan utilitas dasar yang cukup memadai, meliputi akses jalan utama dan jaringan Tol Trans Jawa, kedekatan dengan stasiun kereta api, terminal, bandara, serta akses menuju pelabuhan. Dari sisi utilitas, tersedia jaringan listrik PLN, sumber air baku dan layanan PDAM, serta infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kegiatan industri dan operasional berbasis digital.
Kabupaten Sragen
164,00 Ha
KPI Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen
Secara umum, kawasan didukung infrastruktur transportasi dan utilitas dasar yang cukup memadai, meliputi akses jalan utama dan jaringan Tol Trans Jawa, kedekatan dengan stasiun kereta api, terminal, bandara, serta akses menuju pelabuhan. Dari sisi utilitas, tersedia jaringan listrik PLN, sumber air baku dan layanan PDAM, serta infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kegiatan industri dan operasional berbasis digital.
Kabupaten Tegal
285,85 Ha
KPI Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal
Kec.pangkah: kontur tanah yang lantai, sumber air baku dari aliran sungai Gung, sumber listrik tersedia, akses jalan dari kec.pangkah ke jalan pantura kurang lebih 15 KM dan akses masuk toll Adiwerna,kab.Tegal sejauh 9 KM. Kec.Balapulang: kontur tanah cenderung landai dengan ketinggian 109 MDPL, sumber air baku dengan aliran sungai Gung, kali kemisik dan kali Gintung, sumber listrik tersedia, banyak industri meubel, akses jalan arteri primer. Kec.Margasari: Kontur tanah di Margasari mayoritas berupa daratan yang landai, keras, dan padat. Kondisi geologis ini sangat menguntungkan karena tergolong aman dari risiko banjir dan minim biaya pematangan lahan (cut and fill), sehingga sangat ideal untuk konstruksi berat pabrik manufaktur maupun pergudangan.Salah satu keunggulan utama Margasari adalah posisinya yang dilewati oleh jalur jalan nasional (arteri primer) yang menghubungkan wilayah Tegal dengan Purwokerto dan bagian selatan Jawa Tengah. Margasari memiliki Stasiun Prupuk yang merupakan stasiun persilangan jalur kereta api lintas utara dan selatan Jawa. Infrastruktur ini memberikan opsi logistik berbasis rel yang sangat efisien untuk pengangkutan barang industri massal. Ketersediaan sumber air baku dengan adanya aliran sungai kemisik. Margasari telah diintegrasikan dengan jaringan energi listrik primer yang mampu menyuplai kebutuhan daya tinggi untuk operasional pabrik dan mesin-mesin industri selama 24 jam. Kec.Warureja: Wilayah ini dilewati langsung oleh jalan arteri Pantai Utara (Pantura) yang merupakan urat nadi logistik utama di Pulau Jawa. Infrastruktur transportasinya memiliki konektivitas yang baik dengan jaringan jalan tol Pejagan-Pemalang, Tersedia infrastruktur jaringan listrik primer dari PLN yang memadai untuk menyuplai daya bagi operasional pabrik skala menengah hingga besar, Ketersediaan infrastruktur air bersih dikelola dengan baik, memanfaatkan jaringan sungai dan badan air yang diproteksi melalui aturan tata ruang daerah agar kebutuhan industri terpenuhi tanpa mengganggu pasokan air untuk pertanian. standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tegal yang sangat kompetitif bagi pelaku industri padat karya
Kabupaten Tegal
337,18 Ha
KPI Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal
Kec.pangkah: kontur tanah yang lantai, sumber air baku dari aliran sungai Gung, sumber listrik tersedia, akses jalan dari kec.pangkah ke jalan pantura kurang lebih 15 KM dan akses masuk toll Adiwerna,kab.Tegal sejauh 9 KM. Kec.Balapulang: kontur tanah cenderung landai dengan ketinggian 109 MDPL, sumber air baku dengan aliran sungai Gung, kali kemisik dan kali Gintung, sumber listrik tersedia, banyak industri meubel, akses jalan arteri primer. Kec.Margasari: Kontur tanah di Margasari mayoritas berupa daratan yang landai, keras, dan padat. Kondisi geologis ini sangat menguntungkan karena tergolong aman dari risiko banjir dan minim biaya pematangan lahan (cut and fill), sehingga sangat ideal untuk konstruksi berat pabrik manufaktur maupun pergudangan.Salah satu keunggulan utama Margasari adalah posisinya yang dilewati oleh jalur jalan nasional (arteri primer) yang menghubungkan wilayah Tegal dengan Purwokerto dan bagian selatan Jawa Tengah. Margasari memiliki Stasiun Prupuk yang merupakan stasiun persilangan jalur kereta api lintas utara dan selatan Jawa. Infrastruktur ini memberikan opsi logistik berbasis rel yang sangat efisien untuk pengangkutan barang industri massal. Ketersediaan sumber air baku dengan adanya aliran sungai kemisik. Margasari telah diintegrasikan dengan jaringan energi listrik primer yang mampu menyuplai kebutuhan daya tinggi untuk operasional pabrik dan mesin-mesin industri selama 24 jam. Kec.Warureja: Wilayah ini dilewati langsung oleh jalan arteri Pantai Utara (Pantura) yang merupakan urat nadi logistik utama di Pulau Jawa. Infrastruktur transportasinya memiliki konektivitas yang baik dengan jaringan jalan tol Pejagan-Pemalang, Tersedia infrastruktur jaringan listrik primer dari PLN yang memadai untuk menyuplai daya bagi operasional pabrik skala menengah hingga besar, Ketersediaan infrastruktur air bersih dikelola dengan baik, memanfaatkan jaringan sungai dan badan air yang diproteksi melalui aturan tata ruang daerah agar kebutuhan industri terpenuhi tanpa mengganggu pasokan air untuk pertanian. standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tegal yang sangat kompetitif bagi pelaku industri padat karya
Kabupaten Tegal
56,95 Ha
KPI Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal
Kec.pangkah: kontur tanah yang lantai, sumber air baku dari aliran sungai Gung, sumber listrik tersedia, akses jalan dari kec.pangkah ke jalan pantura kurang lebih 15 KM dan akses masuk toll Adiwerna,kab.Tegal sejauh 9 KM. Kec.Balapulang: kontur tanah cenderung landai dengan ketinggian 109 MDPL, sumber air baku dengan aliran sungai Gung, kali kemisik dan kali Gintung, sumber listrik tersedia, banyak industri meubel, akses jalan arteri primer. Kec.Margasari: Kontur tanah di Margasari mayoritas berupa daratan yang landai, keras, dan padat. Kondisi geologis ini sangat menguntungkan karena tergolong aman dari risiko banjir dan minim biaya pematangan lahan (cut and fill), sehingga sangat ideal untuk konstruksi berat pabrik manufaktur maupun pergudangan.Salah satu keunggulan utama Margasari adalah posisinya yang dilewati oleh jalur jalan nasional (arteri primer) yang menghubungkan wilayah Tegal dengan Purwokerto dan bagian selatan Jawa Tengah. Margasari memiliki Stasiun Prupuk yang merupakan stasiun persilangan jalur kereta api lintas utara dan selatan Jawa. Infrastruktur ini memberikan opsi logistik berbasis rel yang sangat efisien untuk pengangkutan barang industri massal. Ketersediaan sumber air baku dengan adanya aliran sungai kemisik. Margasari telah diintegrasikan dengan jaringan energi listrik primer yang mampu menyuplai kebutuhan daya tinggi untuk operasional pabrik dan mesin-mesin industri selama 24 jam. Kec.Warureja: Wilayah ini dilewati langsung oleh jalan arteri Pantai Utara (Pantura) yang merupakan urat nadi logistik utama di Pulau Jawa. Infrastruktur transportasinya memiliki konektivitas yang baik dengan jaringan jalan tol Pejagan-Pemalang, Tersedia infrastruktur jaringan listrik primer dari PLN yang memadai untuk menyuplai daya bagi operasional pabrik skala menengah hingga besar, Ketersediaan infrastruktur air bersih dikelola dengan baik, memanfaatkan jaringan sungai dan badan air yang diproteksi melalui aturan tata ruang daerah agar kebutuhan industri terpenuhi tanpa mengganggu pasokan air untuk pertanian. standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tegal yang sangat kompetitif bagi pelaku industri padat karya
Kabupaten Tegal
298,42 Ha
KPI Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal
Kec.pangkah: kontur tanah yang lantai, sumber air baku dari aliran sungai Gung, sumber listrik tersedia, akses jalan dari kec.pangkah ke jalan pantura kurang lebih 15 KM dan akses masuk toll Adiwerna,kab.Tegal sejauh 9 KM. Kec.Balapulang: kontur tanah cenderung landai dengan ketinggian 109 MDPL, sumber air baku dengan aliran sungai Gung, kali kemisik dan kali Gintung, sumber listrik tersedia, banyak industri meubel, akses jalan arteri primer. Kec.Margasari: Kontur tanah di Margasari mayoritas berupa daratan yang landai, keras, dan padat. Kondisi geologis ini sangat menguntungkan karena tergolong aman dari risiko banjir dan minim biaya pematangan lahan (cut and fill), sehingga sangat ideal untuk konstruksi berat pabrik manufaktur maupun pergudangan.Salah satu keunggulan utama Margasari adalah posisinya yang dilewati oleh jalur jalan nasional (arteri primer) yang menghubungkan wilayah Tegal dengan Purwokerto dan bagian selatan Jawa Tengah. Margasari memiliki Stasiun Prupuk yang merupakan stasiun persilangan jalur kereta api lintas utara dan selatan Jawa. Infrastruktur ini memberikan opsi logistik berbasis rel yang sangat efisien untuk pengangkutan barang industri massal. Ketersediaan sumber air baku dengan adanya aliran sungai kemisik. Margasari telah diintegrasikan dengan jaringan energi listrik primer yang mampu menyuplai kebutuhan daya tinggi untuk operasional pabrik dan mesin-mesin industri selama 24 jam. Kec.Warureja: Wilayah ini dilewati langsung oleh jalan arteri Pantai Utara (Pantura) yang merupakan urat nadi logistik utama di Pulau Jawa. Infrastruktur transportasinya memiliki konektivitas yang baik dengan jaringan jalan tol Pejagan-Pemalang, Tersedia infrastruktur jaringan listrik primer dari PLN yang memadai untuk menyuplai daya bagi operasional pabrik skala menengah hingga besar, Ketersediaan infrastruktur air bersih dikelola dengan baik, memanfaatkan jaringan sungai dan badan air yang diproteksi melalui aturan tata ruang daerah agar kebutuhan industri terpenuhi tanpa mengganggu pasokan air untuk pertanian. standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tegal yang sangat kompetitif bagi pelaku industri padat karya
Halaman 7 dari 8 · 64 data
Peta © Kontributor OpenStreetMap