Pengelolaan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF)

Proyek Siap Ditawarkan

Latar Belakang :

Kabupaten Grobogan saat ini sedang menghadapi permasalahan persampahan yang harus segera diselesaikan. Pada tahun 2023, timbulan sampah di TPA Ngembak berkisar 1.084,84  ton/hari  dengan  kemampuan  pengangkutan sampah ke TPA Ngembak hanya sebesar 81 ton/hari. TPA Ngembak merupakan satu-satunya TPA yang ada di Kabupaten Grobogan dengan luas lahan yang terbatas. Dalam rangka mengantisipasi    permasalahan  persampahan tersebut,    Pemerintah    Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan persampahan agar ancaman darurat sampah pada tahun 2026 tidak mejadi kenyataan dengan berbagai upaya pengelolaan yang lebih komperehensif.

Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah perkotaan  sekaligus  menyediakan  sumber  energi  terbarukan. RDF juga digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. RDF ini menghasilkan panas atau listrik sehingga tepat sekali dipakai sebagai pengganti bahan bakar fosil. Selaras dengan itu, di Kabupaten Grobogan terdapat PT. Semen Grobogan (diakuisisi oleh PT. Indocemet Tunggal Prakarsa Tbk tahun 2023) yang membutuhkan RDF sebagai co- firing bahan bakar batu bara. PT. Semen Grobogan berencana akan memanfaatkan RDF / energy baru terbarukan untuk menggantikan bahan bakar batubara sebesar 20% pada tahun 2025.

Selain  RDF,  bahan  baku  sampah  dapat  diolah  menjadi  beberapa  produk  lain, diantaranya maggot. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan. Budidaya maggot saat ini sangat menjanjikan. Untuk itu, proyek yang ditawarkan adalah pengolahan sampah menjadi RDF dan produk lainnya yaitu maggot. Komitmen  pemerintah  daerah  dalam  pengolahan  sampah  menjadi  RDF berupa penyediaan  sarana  prasarana  pemilahan  dan  pengangkutan  sampah  sehingga sampah yang masuk kepengolahan RDF terjamin pasokannya baik kualitas maupun kuantitasnya

Nilai Investasi Rp 41.344.921.417
Skema Investasi
  1. Kerjasama Pemanfaatan (KSP), Dalam pelaksanaannya, mitra yang terlibat dalam Kerjasama Pemanfaatan diwajibkan untuk membayar kontribusi tetap tahunan selama masa pengoperasian yang telah disepakati 
  2. Bangun Guna Serah / Bangun Serah 
  • Bangun Guna Serah (BGS) adalah suatu skema di mana tanah milik pemerintah digunakan oleh pihak lain untuk membangun bangunan dan/atau fasilitas penunjang, yang kemudian dimanfaatkan selama jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan, dan setelah jangka waktu tersebut berakhir, bangunan serta fasilitas tersebut diserahkan kembali kepada pengelola barang 
  • Bangun Serah Guna (BSG) adalah skema di mana pihak lain memanfaatkan tanah milik pemerintah untuk mendirikan bangunan dan/atau fasilitas penunjang, yang kemudian diserahkan kepada pengelola barang dan dimanfaatkan oleh pihak lain selama periode waktu yang telah disepakati. Badan usaha/investor memberikan kontribusi tahunan yang besarannya ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang 
  • 3. Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) 
Kondisi Saat Ini
Ruang Lingkup Proyek
Ketersediaan Pasar

Di Kabupaten Grobogan, sektor industri, terutama pabrik semen, merupakan potensi pasar utama untuk RDF. Berdasarkan asumsi bahwa 1 ton RDF dapat menggantikan 1 ton batubara, kebutuhan RDF untuk sektor industri di Kabupaten Grobogan diperkirakan mencapai 131,97 juta ton per tahun. Namun, kapasitas produksi RDF yang direncanakan di TPA Ngembak hanya sebesar 86,4 ton per hari atau sekitar 24.883,2 ton per tahun dengan asumsi 1 bulan beroperasi 24 hari. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi RDF atau mengoptimalkan penggunaan RDF melalui peningkatan efisiensi dalam proses industri.

Luas Lahan 9,5 Ha
Sumber Air

sumber air utama akan diperoleh dari sumur bor yang dibangun secara khusus untuk proyek RDF ini. Selain sumur bor, jaringan PDAM setempat akan digunakan sebagai sumber cadangan air. Penggunaan kombinasi sumber air ini dirancang untuk menjamin ketersediaan air yang konsisten dan sesuai dengan standar yang diperlukan.

Kelistrikan

sumber listrik dari PLN (+- 203 MVA)

Telekomunikasi