Pembangunan Kawasan Peruntukkan Industri dan Pelabuhan Kabupaten Jepara

Proyek Potensial

Latar Belakang :

Pasca pandemic Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir mengharuskan pemerintah berkolaborasi penuh dengan semua pihak agar dapat mengembalikan stabilitas ekonomi nasional. Tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Jepara yang senantiasa berupaya meningkatkan iklim usaha demi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kabupaten Jepara menunjukan pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19 berjalan on right track dengan indikasi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 mencapai +5,95% (tertinggi kelima se-Jawa Tengah). Sektor potensial Kabupaten Jepara meliputi sektor pariwisata, industri pengolahan (dominan dengan PDRB 2022 mencapai Rp 35,001 Triliun), industrui meubel, perikanan dan pertanian. Produk Jepara telah diekspor ke 332 negara dengan nilai ekspor sebesar USD 412,19 Juta dan menyumbang 3,50% dari total ekspor Provinsi Jateng tahun 2022

Kebijakan pengembangan industry skala besar di Provinsi Jawa Tengah tertuang dalam Pergub Jateng nomor 52 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 51 Tahun 2012 Tentang Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012-2025 dimana pada Tahap III (2021-2025) berfokus pada pengembangan industry skala besar yang diwujudkan melalui pembangunan wilayah industri/kawasan peruntukan industri dan kawasan industry. Adapun Kabupaten Jepara menjadi salah satu lokasi pembangunan

Salah satu lokasi penetapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Jepara berada di Kecamatan Kembang dengan luas 761,47 Ha dan sudah terakomodir dalam Revisi RTRW Kabupaten Jepara Tahun 2023-2043, sehingga memerlukan perencanaan dalam pengembangannya. Pengembangan KPI Kembang yang berada di tepi laut akan lebih efektif dan efisien apabila disertai dengan pelabuhan sebagai sarana penunjang utama. Mengingat apabila transportasi komoditas industry menggunakan jalur darat (via Welahan-Jepara-Kembang) akan menambah beban jalan yang berpotensi meningkatkan kemacetan lalu lintas serta memperpendek umur badan jalan

Nilai Investasi Rp 145,241 T
Skema Investasi
Kondisi Saat Ini

Letak Kabupaten Jepara yang strategis pada kawasan kerjasama regional (Jepara, Kudus, Pati) sepatutnya memberikan kemudahan bagi berkembangnya industri pengolahan, kelebihan lain yang mendukung di antaranya : 

·       Tersedianya sumber air yang berlebih 

·       Ada lokasi untuk Kawasan Peruntukan Industri dan Pelabuhan 

·       Cukup terjangkau dengan Pelabuhan udara Semarang 

·       dekat dengan pelabuhan laut (Tanjung Mas Semarang, Tanjung Perak Surabaya serta Rencana Pelabuhan Jepara) dan terminal peti kemas 

·       tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. 

·       Keunggulan sumberdaya 

·       Keunggulan regulasi dan factor keamanan 

 

Kondisi eksisting Lahan yang akan digunakan sebagai calon lokasi KPI antara lain : 

·       Memiliki kemiringan 0-15% tidak rawan longsor di bagian selatan dengan karekteristik tanah mendukung konstruksi bangunan industry 

·       Sesuai dengan RDTR kecamatan Kembang sebagai Kawasan Peruntukan Industri 

·       Potensi lahan HGU yang dapat di kembangkan di Desa Kaliaman, Desa Tubanan, Desa Balong 

·       Kondisi eksisting di lapangan menunjukkan bahwa lokasi lahan rencana KPI dan Pelabuhan di Kecamatan Kembang didominasi oleh tanaman perkebunan dengan vegetasi jati, karet, dan kakao

 

Ruang Lingkup Proyek

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan dimulai dari proses penyiapan lahan, pembangunan sarana dan prasarana, pembangunan fisik bangunan gudang dan kantor, pembangunan fasilitas pelabuhan, hingga pengelolaan/manajemen kawasan.

Ketersediaan Pasar

-

Luas Lahan 761,47 Ha
Sumber Air

Kebutuhan air untuk Kawasan Peruntukan Industri terdiri dari air baku industri dan air minum. Kebutuhan infrastruktur penyediaan air terdiri dari instalasi pengolahan air termasuk saluran distribusi ke setiap kaveling industri. Rencana pembangunan kawasan peruntukan industri Kembang ditinjau dari aspek atau kriteria sumber air baku, layak untuk dilaksanakan karena lokasinya yang berdekatan dengan sumber air permukaan, yaitu antara lain: Kali Balong, Kali Beji, dan Kali Pojok. Sungai tersebut memiliki debit tahunan yang dapat mendukung ketersediaan sumber air untuk kawasan industri mendatang. Opsi lainnya adalah dengan memanfaatkan air laut melalui proses salinasi dan/atau memanfaatkan sumur dalam

Kelistrikan

Kondisi eksisting lokasi rencana Kawasan Peruntukan Industri dan Pelabuhan Kembang merupakan kawasan perkebunan yang sangat minim dalam hal energy listrik. Namun lokasi ini sangat dekat dengan keberadaan PLTU Tanjung Jati B di Desa Tubanan Kecamatan Kembang. PLTU Tanjung Jati B saat ini memiliki 6 unit pembangkit dengan total kapasitas pembangkit 1,2,3,dan 4 sebesar 2.640 MW serta pembangkit 5 dan 6 memiliki total kapasitas 2 x 2.200 MW. Lokasi rencana pembangunan KPI yang dekat dengan sumber energy listrik akan memudahkan untuk terkoneksinya jaringan listrik dengan daya besar dan stabil sehingga rencana pembangunan layak untuk dilaksanakan.

Telekomunikasi

Lokasi yang dekat dengan jalur utama Jepara – Pati dapat menjadi opsi pengembangan jaringan fiber optic. Opsi lain adalah dengan membangun menara BTS baru di lokasi KPI dan Pelabuhan Kembang. Pembangunan menara baru ini harus memperhatikan ketentuan yang ada sehingga harus ditata dan dipadukan dnegan lingkungan di sekitar lokasi