Pengembangan Potensi Investasi Budidaya Itik Patimuan

Proyek Potensial

Latar Belakang :

Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya-sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Dalam melakukan investasi pada suatu negara atau daerah perlu adanya pemahaman terhadap peluang investasi dan potensi investasi di daerah tersebut.  Kabupaten Cilacap sebagai salah satu kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian selatan dengan garis pantainya yang terpanjang, terus melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, termasuk dalam hal aktivitas di bidang investasi atau penanaman modal. Salah satu kebijakan yang penting untuk mendapat perhatian dalam rangka meningkatkan aktivitas investasi adalah terkait dengan penggalian potensi investasi di Kabupaten Cilacap. Upaya awal yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Cilacap guna mengarahkan kebijakan ini adalah dengan melakukan identifikasi terkait dengan potensi peluang investasi yang ada di sebuah wilayah/kawasan. Salah satu potensi yang saat ini menarik untuk dikembangkan adalah pada sektor peternakan, khususnya tentang pengembangan kawasan budidaya itik di Kecamatan Patimuan. 

Nilai Investasi 1. Investasi Pembibitan Itik Patimuan (Rp 5.232.285.000,-) 2. Investasi Budidaya Itik Patimuan (Rp 5.215.942.000,-)
Skema Investasi

Berdasarkan analisis, pola manajemen yang disarankan pada rencana proyek investasi usaha budidaya itik petelur di Kabupaten Cilacap adalah pola manajemen swasta murni. Bentuk pola manajemen swasta murni adalah pola manajemen yang dilakukan oleh masyarakat/ swasta secara penuh, dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Meskipun sistem manajemen adalah swasta murni, namun dalam operasionalnya tetap akan ada peningkatan pemeberdayaan kelompok tani dan/atau kelompok wanita tani dan masyarakat di daerah setempat.

Kondisi Saat Ini

Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten yang memiliki potensi besar pada sektor pertaniannya termasuk didalamnya sub sektor peternakan. Salah satu potensi yang berpeluang untuk berkembang adalah potensi pengembangan itik. Kabupaten Cilacap pada tahun 2019 tercatat terdapat sebanyak 254.801 ekor yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Cilacap. Jumlah ini diprediksi akan mengalami peningkatan sejalan dengan adanya peningkatan permintaan akan telur itik. Melihat potensi yang cukup besar maka akan memberikan manfaat yang optimal apabila dilakukan pengembangan usaha peternakan dan/atau budidaya itik di Kabupaten Cilacap. 

Ruang Lingkup Proyek

1. Aktivitas pembenihan itik Patimuan (menghasilkan DOD / day one duck)
2. Aktivitas budidaya itik Petelur Patimuan (menghasilkan produk utama telur segar dan daging itik)

Ketersediaan Pasar

terdapat selisih yang tinggi antara kebutuhan/permintaan pasar dengan ketersediaan daging bebek secara nasional. Menurut data statistik pada tahun 2018 hasil ternak daging bebek masih rendah, yaitu menghasilkan 9,4 ribu ton dari kebutuhan bebek sebesar 18,3 ribu ton (DITJENNAK, 2019)

Luas Lahan 1. Pembibitan Itik (seluas 5.719 M2) 2. Budidaya Itik (seluas 5.535 M2)
Sumber Air

 Ketersediaan air baku dan jaminan pasokan air baku dinyatakan layak untuk memnuhi kebutuhan investasi (PDAM Tirta Wijaya) 

Kelistrikan

 Ketersediaan energi listrik di kecamatan Patimuan memiliki kapasitas yang cukup dan mampu untuk pemenuhan investasi itik (pasokan PLTU Adipala, Karangkandri) 

Telekomunikasi

 Jaringan Telekomunikasi sudah tersedia dengan memadai (pasokan PT Telkom Indonesia)