Investasi Peternakan Terpadu Sapi Potong di Kabupaten Cilacap
Proyek Potensial

Latar Belakang :
Latar belakang dari perencanaan pembangunan dan pengembangan potensi investasi peternakan sapi potong ini adalah melihat kebutuhan daging sapi nasional yang cukup tinggi, namun belum diimbangi dengan ketersediaan pasokan, sehingga defisit kebutuhan daging sapi nasional masih harus dipenuhi melalui impor. Kondisi yang demikian menuntut para pemangku kepentingan untuk melakukan suatu strategi untuk pengembangan peternakan sapi potong nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Nilai Investasi | 1. Biaya Investasi Pembibitan Sapi Potong (Rp 23.153.125.000,-) 2. Biaya Investasi Penggemukan dan Pemotongan Sapi (Rp 7.817.500.000,-) | |
Skema Investasi |
Berdasarkan hasil analisis, dengan mengacu pada jenis investasi dan juga data pendukung yang tersedia, pola investasi yang paling tepat untuk ditawarkan kepada investor adalah dalam bentuk swasta murni baik untuk pembibitan (breeding) maupun penggemukan dan pemotongan hewan. Pola manajemen swasta murni adalah pola manajemen yang dilakukan oleh masyarakat/swasta secara penuh, dengan tujuan mendapatkan keuntungan. |
|
Kondisi Saat Ini |
Sebagai upaya untuk mewujudkan swasembada daging sapi sesuai dengan grand desain pengembangan sapi 2045 yang direncanakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Kabupaten Cilacap terus berusaha untuk meningkatkan sub sektor peternakannya khususnya sapi potong, dengan berusaha untuk meningkatkan jumlah populasi sapi potong guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa tengah, Kabupaten Cilacap tahun 2019 memiliki populasi sapi potong sebanyak 17,200 ekor, jumlah ini meningkat sebesar 4,6 persen dari tahun 2018. |
|
Ruang Lingkup Proyek |
1. Pembangunan dan Pengembangan Usaha Breeding Sapi Potong |
|
Ketersediaan Pasar |
Tahun 2020 menurut angka pragnosa Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Outlook Daging Sapi Tahun 2020 konsumsi daging sapi mencapai 2,53 kg per kapita per tahun sehingga apabila dihitung kebutuhan daging sapi secara nasional tahun 2020 sebesar 717,15 ribu ton. Sedangkan, kemampuan produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 515,63 ribu ton (71,9 persen). Sehingga, defisit sebesar 201,52 ribu ton atau 28,1 persen kebutuhan daging sapi nasional masih harus dipenuhi melalui impor. |
|
Luas Lahan | 1. Proyek Investasi Pembibitan Sapi Potong : 25.000 M2 2. Proyek Investasi Penggemukan Sapi Potong : 12.000 M2 | |
Sumber Air |
Ketersediaan air baku dan jaminan pasokan air baku dinyatakan layak untuk memnuhi kebutuhan investasi (PDAM Tirta Wijaya) |
|
Kelistrikan |
Lokasi pembangunan potensi investasi kelapa sudah terjangkau oleh jaringan listrik (pasokan PLTU Adipala, PLTU Cilacap 1 dan 2) |
|
Telekomunikasi |
Jaringan Telekomunikasi sudah tersedia dengan memadai (di Kabupaten Cilacap terdapat 247 warung internet pertahun 2020) |
Npv | 1. Budidaya Pembibitan Sapi Potong : Rp 1.384.282.128 (layak, karena nilai NPV nya positif) 2. Budidaya Penggemukan Sapi Potong : Rp 11.449.826.258 (layak, karena nilai NPV nya positif) | |
Irr | ||
Bc Ratio | ||
Payback Period | 1. Budidaya Pembibitan Sapi Potong : 8 tahun 3 bulan 2 hari (layak, karena nilai PP < umur ekonomis investasi 10 tahun) 2. Budidaya Penggemukan Sapi Potong : 3 tahun 20 hari (layak, karena nilai PP < umur ekonomis investasi 10 tahun) |
Nama Pic | DPMPTSP Kabupaten Cilacap | |
Nama Instansi | Kabupaten Cilacap | |
Alamat Instansi | ||
Hp/Email | 0282 544197 / dpmptsp@cilacapkab.go.id |