Industri Berbasis Ekstraksi Garam

Proyek Potensial

Latar Belakang :

Kabupaten Kebumen merupakan salah satu daerah di Indonesia yang
memproduksi garam dan memiliki potensi kelautan dan kawasan pesisir yang
dapat diandalkan dan belum dikelola dengan optimal. Ada beberapa
pertimbangan yang mendasari dikembangkannya usaha tambak garam di
Kabupaten Kebumen adalah antara lain: 1) Kabupaten Kebumen dengan pesisir
selatan Kebumen yang sebagian besar adalah kawasan pantai berpasir dengan
panjang garis pantai ±58 km yang potensial untuk pengembangan tambak dan
industri garam, 2) Air laut sebagai bahan baku utama pembuatan garam belum
tercemar, 3) Iklim yang mendukung untuk budidaya garam, 4) Indonesia masih
mengimpor garam dari luar negeri sebanyak 1.200.000 ton per tahun, 5) Kebijakan nasional dan daerah yang diarahkan ke pengolahan sumber daya pesisir dan lautan serta menjadikan sektor ini sebagai sumber pertumbuhan baru dan tumpuan utama pembangunan pada saat ini dan masa datang. 

Nilai Investasi RP 15.346.154.650
Skema Investasi

Rencana pembangunan pabrik garam industri dilakukan pada kapasitas 20.000 ton per tahun dengan Investasi        Rp15.346.154.650
Modal kerja sebesar 
modal        Rp.82.908.845.350 
Harga jual         Rp20.000 per kg 
discounted factor 20%          
IRR         146,68%
payback period 2 tahun 2 bulan         
NPV         Rp109.907.232.194,68
ROI         265,33%

Kondisi Saat Ini

Lahan Dinas LHKP

Ruang Lingkup Proyek

Pengembangan Investasi Berbasis Ekstraksi Garam Sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Komoditas Basis di Kabupaten Kebumen.

Ketersediaan Pasar

Kebutuhan garam nasional cenderung mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan industri. Kabupaten Kebumen memiliki produksi garam yang cukup tinggi mencapai 150 ton per tahun , namun sebenarnya potensi produksi garam mampu mencapai 500 ton per tahun. adapun harga garam dari petani sekitar Rp. 4.000,-/kg.  Profil bisnis produksi garam kosmetik cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kebumen. Kebutuhan dan harga garam kosmetik kini mencapai Rp. 45.000,- per kg.   Pengembangan bisnis garam kosmetik membutuhkan total biaya pengembangan sebesar 15 Miliar dengan rincian  Capital expenditure Rp. 11.816.154.650, dan operasional nya mencapai Rp. 3.183.845.350,-  di tahun pertama.  Model pengelolaan profil bisnis garam kosmetik yang berkelanjutan ini dilakukan dengan system inclusive close loop atau rantai pasok terintegrasi.

Pada Tahun 2020 Industri kecantikan di Indonesia Berkembang rata-rata 12% setiap tahunya dengan nilai pasar Rp 23 Triliun. Pertumbuhan konsumen sebesar 3 Juta orang setiap tahun menjadikan Industri kecantikan diminati banyak orang.
Pada Tahun 2022 jumlah pengusaha industry kecantikan mencapai 220.000 pengusaha di Indonesia, 100.000 dari 220.000 pengusaha yang berada di Jawa. Pihak customer segment antara lain : salon, hotel, eksportir garam artisan dan konsumen langsung.


Luas Lahan 3 Ha
Sumber Air
Kelistrikan
Telekomunikasi