Pengolahan Air Laut Menjadi Garam Industri Dan Produk Lainnya

Proyek Potensial

Latar Belakang :

  • Meningkatkan nilai tambah ekonomi Kabupaten Rembang yang memiliki panjang pantai ±62 km.
  • Memanfaatkan potensi alam yang dimiliki berupa pengolahan air laut menjadi garam industri.
  • Mengurangi impor bahan baku industri (garam) yang pangsa pasarnya mencapai 74% dan cenderung naik 7,5% tiap tahunnya.

Nilai Investasi Rp765,59 miliar
Skema Investasi
Kondisi Saat Ini
  • Kabupaten Rembang dikenal sebagai kota garam dengan luasan lahan garam seluas 1.998,3 Ha dan termasuk dalam sepuluh besar produsen garam yang menyumbang 5,67% produksi garam nasional. Saat ini garam produksi Rembang lebih dikenal dengan garam rakyat / krosok yaitu garam dengan kadar NaCl di bawah 94% yang dimanfaatkan oleh pengusaha lokas sebagai garam yodium (konsumsi) dan pengasinan ikan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis dan mengawetkan ikan.
  • Proyek pengolahan air laut menjadi garam industri di Kabupaten Rembang diyakini tidak akan menimbulkan konflik atau persaingan usaha karena dari sisi segmen pasar berbeda, garam industri digunakan sebagai bahan baku industri sedangkan garam krosok yang dihasilkan untuk kebutuhan garam yodium (konsumsi) dan bahan penolong di sektor perikanan.
  • Dengan adanya proyek pengolahan air laut menjadi garam industri ini akan menambah motivasi petani rakyat untuk memproduksi garam yang berkadar NaCl tinggi (97%) sehingga berpotensi akan terjalin kemitraan antara petani garam dengan perusahaan garam industri tersebut agar garam yang dihasilkan petani Rembang dapat terserap.
Ruang Lingkup Proyek

1) Pekerjaan perbaikan dan persiapan berupa:

  • Konektifitas elevasi dengan dengan kawasan sekitar.
  • Konsep perimbangan kuantitas cut dan fill.
  • Elevasi aman terhadap banjir, longsor, dan mampu memperbaiki kawasan tersebut menjadi lebih fungsional dan optimal.
  • Metoda pelaksanaan pekerjaan yang dipilih.
  • Macam, jenis, tipe peralatan/ alat-alat berat yang digunakan.

2) Pekerjaan pematangan lahan mencakup antara lain:

  • Pembersihan medan (Land Clearing).
  • Penguapan medan (Stripping).
  • Galian tanah.
  • Timbunan tanah dan penebaran.
Ketersediaan Pasar

Analisis Permintaan (Demand) :

Kebutuhan garam nasional tiap tahunnya meningkat rata-rata 25% tiap tahunnya yang semula tahun 2015 kebutuhan garam nasional sebesar 3,2 juta ton tahun 2019 meningkat menjadi 4,2 juta ton, sedangkan produksi garam nasional masih jauh di bawah kebutuhan nasional dan produksinya tidak stabil mengingat proses produksinya masih mengandalkan musim kemarau untuk bisa tanam. Rata-rata kurun waktu 5 tahun produksi garam nasional hanya sebesar 1,75 juta ton bahkan di tahun 2016 hanya mampu memproduksi garam sebesar 168.054 ton dan tertinggi pada tahun 2015 sebesar 2,5 juta ton, sehingga untuk memenuhi kekurangan kebutuhan garam nasional masih dilakukan impor tiap tahunnya dengan rata-rata impor sebesar 2,4 juta ton. Dengan demikian masih terbuka lebar peluang masuknya investasi dalam pengembangan industri garam nasional.

Analisis Pasar:

Kabupaten Rembang mempunyai potensi laut yang cukup besar yaitu dengan dimilikinya garis pantai sepanjang ±62 km, namun potensi tersebut belum optimal karena hanya sebagian kecil garis pantai yang diberdayakan sebagai lahan tambak garam. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar dan sumber daya alam yang potensial, maka garam menjadi komoditas strategis, tanpa garam selain untuk kebutuhan konsumsi, industri yang membutuhkan bahan baku garam atau garam industri sebagai kebutuhan penolong dalam proses industrinya akan terhambat apabila pasokan bahan baku garam industri sulit didapat, seperti industri Chlor Alkali Plant (CAP) seperti industri pulp dan kertas, kaca, kosmetik, tekstil, serta industri lainnya, farmasi dan aneka pangan.

Luas Lahan "162 km"
Sumber Air
Kelistrikan
Telekomunikasi