Pembangunan Industri Kelapa Terpadu di Kabupaten Cilacap
Proyek Siap Ditawarkan
Latar Belakang :
Kabupaten Cilacap dilihat dari kontribusi terhadap PDRB-nya didominasi oleh sektor industri pengolahan. Selanjutnya, pada urutan kedua kondisi ekonominya didominasi oleh sektor pertanian sebagai sumber utamanya. Pada sektor ini di dalamnya menyumbang beberapa sub sektor terkait, seperti sub sektor perikanan, kehutanan, dan juga perkebunan. Melihat sub sektor perkebunan, keberadaan perkebunan kelapa menjadi salah satu produk unggulan pada sektor pertanian Kabupaten Cilacap. Jenis kelapa yang dikembangkan di Kabupaten Cilacap dibagi menjadi 2 kategori, yaitu berupa kelapa dalam yang menghasilkan produk dalam bentuk buah kelapa butiran, serta jenis kelapa deres yang menghasilkan produk berupa air nira kelapa yang selanjutnya dapat diolah menjadi gula kelapa (baik gula merah atau pun gula semut).
Salah satu potensi yang saat ini menarik untuk ditawarkan kepada investor adalah terkait potensi investasi di sub sektor kelapa dalam, khususnya di level hilirnya. Hal ini melihat realita bahwa keberadaan kelapa butir jika diolah akan memiliki ragam produk olahan yang beraneka ragam dari setiap bagian buahnya, mulai dari sabut kelapanya, tempurung, daging buah, hingga air kelapanya. Tiap olahan dari produk tersebut memiliki prospek pasar yang bagus baik di dalam atau pun luar negeri (ekspor).
| Nilai Investasi | : | + Rp. 66.622.621.400 |
| Skema Investasi | : |
Investasi swasta murni |
| Kondisi Saat Ini | : |
Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan, yaitu diarahkan pada lokasi Kawasan Peruntukan Industri Bulupayung dengan kebutuhan lahan seluas 12.000 m2. |
| Ruang Lingkup Proyek | : |
|
| Ketersediaan Pasar | : |
PERMINTAAN PASAR SEBUTRET BRIKET ARANG MINYAK GORENG KELAPA ASAP CAIR NATA DE COCO PANGSA PASAR: SEBUTRET BRIKET ARANG MINYAK GORENG KELAPA ASAP CAIR NATA DE COCO |
| Luas Lahan | : | "12.000 m2" |
| Sumber Air | : |
PDAM Tirta Wijaya |
| Kelistrikan | : |
PLTU Adipala, Karangkandri |
| Telekomunikasi | : |
PT. Telkom Indonesia |
| Jaringan Jalan | : |
Jalan Provinsi |
| Npv | : |
1. Pabrik Pra Produksi : Rp 14.139.636.758,58 (layak, karena nilai NPV nya positif) 2. Pabrik Sebutret : Rp 10.597.035.229,83 (layak, karena nilai NPV nya positif) 3. Pabrik Nata de Coco : Rp 11.589.882.998,03 (layak, karena nilai NPV nya positif) 4. Pabrik Minyak Goreng : Rp 2.981.420.663,89 (layak, karena nilai NPV nya positif) 5. Pabrik Briket Arang dan Asap Cair : Rp 3.958.779.528,04 (layak, karena nilai NPV nya positif) dengan nilai discount rate sebesar 15% |
| Irr | : |
|
| Bc Ratio | : |
- |
| Payback Period | : |
1. Pabrik Pra Produksi : 3 Tahun 7 Bulan 2 Hari Layak, karena nilai PP < Umur ekonomis investasi ) 2. Pabrik Sebutret : 3 Tahun 8 Bulan 26 hari Layak, karena nilai PP < Umur ekonomis investasi ) 3. Pabrik Nata de coco : 3 Tahun 1 Bulan 11 Hari Layak, karena nilai PP < Umur ekonomis investasi ) 4. Pabrik Minyak Goreng : 4 Tahun 5 Bulan 20 hari Layak, karena nilai PP < Umur ekonomis investasi ) 5. Pabrik Briket Arang dan Asap Cair : 4 Tahun 7 Bulan 5 hari Layak, karena nilai PP < Umur ekonomis investasi ) |
| Nama Pic | : | DPMPTSP Kabupaten Cilacap |
| Nama Instansi | : | Kabupaten Cilacap |
| Alamat Instansi | : | Jalan Langkap No. 1, Rejamulya, Cilacap Regency |
| Hp/Email | : | 0282 544197 / dpmptsp@cilacapkab.go.id |
Tidak ada file kajian yang tersedia.