Kawasan Industri Candi 1

Kawasan Industri Candi 1

Profil Kawasan Industri

Kawasan Industri Candi 1 (KIC 1) merupakan kawasan industri yang berlokasi di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan luas sekitar 350 hektare. Kawasan ini dikembangkan sebagai lokasi kegiatan industri, manufaktur, pergudangan, distribusi, dan usaha penunjang industri, terutama untuk kegiatan industri menengah dan besar. KIC 1 menjadi salah satu konsentrasi kegiatan industri di bagian barat Kota Semarang dan merupakan bagian dari kawasan industri Candi yang berkembang di koridor Ngaliyan–Krapyak.

Dari aspek lokasi, KIC 1 memiliki keunggulan karena berada di koridor Jalan Gatot Subroto dan memiliki akses yang relatif dekat dengan Gerbang Tol Krapyak. Posisi tersebut memberikan konektivitas dengan jaringan jalan utama Kota Semarang dan Jalan Tol Trans-Jawa, sekaligus mendukung akses menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, pusat perdagangan, serta wilayah industri dan pasar di Jawa Tengah. Kondisi ini menjadi faktor pendukung bagi kegiatan industri yang membutuhkan mobilitas bahan baku, distribusi produk, maupun aktivitas logistik.

Kawasan didukung oleh infrastruktur dasar berupa jaringan jalan internal dengan lebar sekitar 20–30 meter, jaringan listrik, telekomunikasi, air, green belt, dan layanan keamanan kawasan. Ketersediaan fasilitas tersebut mendukung operasional perusahaan serta aktivitas keluar-masuk barang dan kendaraan industri. Secara karakteristik, kawasan memiliki fungsi yang bersifat multi-sektor, dengan kegiatan yang mencakup industri pengolahan, makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, kosmetik, farmasi, manufaktur, pergudangan, dan distribusi.

Keberadaan KIC 1 juga memiliki potensi dalam pengembangan kegiatan logistik dan distribution center karena lokasinya terintegrasi dengan jaringan transportasi perkotaan dan regional. Kedekatan dengan pasar Kota Semarang serta akses terhadap jaringan Trans-Jawa memberikan peluang bagi perusahaan untuk menjadikan kawasan sebagai basis produksi sekaligus pusat distribusi regional.

Dalam pengembangan selanjutnya, KIC 1 berpotensi diarahkan pada peningkatan kualitas kawasan melalui penguatan infrastruktur, utilitas, pengelolaan lingkungan, drainase, serta fasilitas pendukung logistik. Pengembangan industri makanan dan minuman, consumer goods, packaging, farmasi dan kosmetik, komponen manufaktur, pergudangan, cold chain, dan jasa logistik menjadi beberapa peluang yang relevan dengan karakter dan posisi kawasan.

Secara keseluruhan, KIC 1 memiliki keunggulan berupa lokasi strategis di Kota Semarang, kedekatan dengan jaringan tol dan pusat logistik, ketersediaan infrastruktur dasar, serta keberadaan ekosistem industri yang telah berkembang. Faktor tersebut menjadikan kawasan memiliki prospek sebagai salah satu lokasi investasi manufaktur, pergudangan, distribusi, dan jasa penunjang industri di wilayah metropolitan Semarang.

Profil Perusahaan

PT Indo Perkasa Usahautama (PT IPU) merupakan badan usaha yang berperan sebagai pengelola Kawasan Industri Candi 1 (KIC 1) di Kota Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan kawasan industri, termasuk penyediaan serta pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan oleh pelaku usaha di dalam kawasan. Peran tersebut mencakup pengelolaan lingkungan kawasan, penyediaan aksesibilitas, utilitas dasar, keamanan, serta pelayanan kepada perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di kawasan.

Sebagai pengelola kawasan industri, PT Indo Perkasa Usahautama memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang mendukung kegiatan produksi, pergudangan, distribusi, dan aktivitas industri lainnya. Pengelolaan kawasan diarahkan untuk menjaga ketersediaan infrastruktur, kelancaran operasional kawasan, serta meningkatkan kenyamanan dan kepastian bagi pelaku usaha. Keberadaan perusahaan sebagai pengelola kawasan juga mendukung terbentuknya ekosistem industri yang menghubungkan kegiatan manufaktur dengan berbagai jasa penunjang, logistik, perdagangan, dan distribusi.

Belum ada data infrastruktur industri.