Pengembangan Museum Lapang

Proyek Prospektif

Nilai Investasi : Rp 11,350,000,000
Luas Lahan : 2 Ha
Kepemilikan Lahan : Lahan dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan, Pemerintah Desa, dan warga
Skema Investasi :

Build Operate Transfer minimal 15 tahun

Periode Konsesi : 6 Tahun 10 bulan 5 hari
Latar Belakang

Pengembangan Muselum Lapang yang berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan merupakan bentuk upaya pelestarian cagar budaya berupa relief fosil binatang sebagai bagian dari peradaban manusia purba yang dapat menunjang ilmu pengetahuan dan perkembangan sejarah di Indonesia. Museum Lapang merupakan objek wisata yang menyajikan tempat penemuan fosil berupa gajah purba, kerbau purba, buaya, kuda nil, badak, rusa, serigala, ikan hiu, kura kura, dan banteng purba. Selain itu, terdapat juga penemuan situs pasangan batu bata kuno yang mengindikasikan adanya peninggalan bangunan besar dan bersejarah. Benda-benda kuno yang terdapat pada Museum Lapang antara lain perlengkapan keramik, perhiasan emas, pusaka berupa keris dan jenis pusaka lainnya serta terdapat pula bekas ladang pengeboran minyak yang dilakukan oleh penjajah Belanda. Sarana penunjang pengembangan Museum Lapang di antaranya plaza, adventure zone, gardu pandang, tempat kuliner, mushola, lavatory, TPS, dan gazebo.