Tren Pertumbuhan Investasi Di Jawa Tengah

   Tren Pertumbuhan Investasi Di Jawa Tengah

Dalam rangka mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, Jawa Tengah kini tengah fokus dalam menarik para investor. Investasi dinilai dapat memberikan lebih banyak pengaruh dalam upaya meningkatkan laju ekonomi di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa tren investasi di Jateng kini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terutama pada bidang penanam modal asing (PMA) dan Kabupaten Jepara merupakan salah satu daerah yang paling diminati.

Adapun beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Tengah dalam menarik investor salah satunya adalah melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan juga tour investasi ke sejumlah kabupaten dan kota. Dengan ini, Jawa Tengah berhasil mendapatkan realisasi investasi dengan total Rp. 222,26 triliun. Rinciannya yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 120,47 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp. 101,79 triliun. Investasi tersebut juga tersebar dalam 13.519 proyek dan menyerap tenaga kerja kurang lebih 578.612 orang di Jawa Tengah.

Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam hal mempermudah investasi dengan cara lebih proaktif membuat omnibus law di tingkat daerah. Hal ini juga sebagai upaya mendorong diri daerah, setelah pemerintah pusat sudah memberikan keringanan pajak. Presiden juga meminta supaya SMD lebih ditingkatkan. Untuk itu, kita memiliki SMA atau SMK yang disesuaikan dengan Kementerian Pendidikan.

Jawa Tengah sudah siap dengan hal tersebut. Pemerintah daerah mencoba untuk mendesain teaching industry yang dapat diberikan pada para siswa. Pemerintah juga akan memberikan ruang jika perusahaan-perusahaan ingin bergabung ke SMA atau SMK, dan akan dibuatkan job training selama tiga tahun. Hal ini bertujuan supaya ketika siswa lulus, mereka bisa langsung bekerja.

Dalam hal menarik investor, pemerintah tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung. Pada tahun 2019 lalu, berbagai macam proyek besar yang ada di Jawa Tengah menunjukkan progres yang baik. Misalnya di bidang perhubungan, terdapat tiga bandara yang dikebut pembangunannya.

Selain itu, masih ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh pemerintah Jawa Tengah, terutama pada sektor perhubungan laut. Kini gubernur Jawa Tengah sedang mencoba bernegosiasi untuk membuat pelabuhan baru di kawasan Pantura dan juga akan mencoba untuk mengatur kembali pelabuhan Tanjung Mas.

Di sisi lain, ada peran sektor pariwisata yang terus digenjot. Untuk itu, ikon Borobudur akan dijadikan destinasi wisata yang bertujuan untuk mempengaruhi daerah sekitarnya, supaya dapat melambung naik. Pemerintah maupun nasional juga membantu hal ini dengan cukup baik. Oleh karena itu, sekarang ada tiga dukungan utama yaitu Sangiran, Dieng, dan Karimunjawa. Hal ini diharapkan dapat mendorong laju ekonomi di Jawa Tengah menjadi lebih baik lagi.

Di sektor pariwisata, sejumlah kegiatan terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dalam negeri dan juga luar negeri. Tercatat kunjungan wisatawan asing ke Jawa Tengah berjumlah 623.787 orang dan wisatawan lokal sejumlah 49.546.219 pada awal Desember tahun lalu.

Hasil pelaksanaan pembangunan selama 2019 menunjukkan hasil tren yang positif. Hal itu bisa dibuktikan melalui jumlah APBD dari tahun 2015 hingga 2019 terus mengalami peningkatan dengan jumlah peningkatan rata-rata 9,07 persen setiap tahunnya. Di sektor lain seperti UK, pertanian, koperasi, penanggulangan bencana, dan infrastruktur menunjukan kinerja yang positif. Bahkan di beberapa sektor, sejumlah program kerja bisa dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Atas kinerja yang baik tersebut, pemerintah provinsi Jawa Tengah diberi 48 penghargaan di berbagai bidang dari pemerintah pusat maupun dari pihak lain. Di sisi lain, Wakil Gubernur Taj Yasin berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen melalui UMKM. Hal ini dilakukan dengan cara menjembatani para pelaku UMKM dengan para pemodal. Sejauh ini, UMKM yang ada di Jawa Tengah telah dilirik sampai mancanegara

 

Tak hanya itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga terus berupaya menurunkan angka kemiskinan yang ada di Jateng. Dengan target yakni 9,8 persen di tahun ini. Penurunan tingkat kemiskinan juga akan diupayakan dengan program satu OPD membina satu desa. Namun, hal ini juga akan terus dievaluasi supaya memberikan hasil yang maksimal.