SEMARANG LOGISTICS HUB/URBAN CONSOLIDATION CENTER (UCC) TERBOYO

Proyek Siap Ditawarkan

Latar Belakang :

Semarang Logistics Hub / Urban Consolidation Center (UCC) merupakan proyek pengembangan pusat logistik terpadu yang berlokasi di Kelurahan Terboyo Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dengan luas lahan ±51.400 m² pada aset daerah berstatus HP 00023. Kawasan ini dirancang sebagai simpul distribusi strategis yang mendukung efisiensi rantai pasok, khususnya di wilayah Semarang bagian utara yang memiliki kedekatan dengan kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Emas.

Seiring dengan pertumbuhan sektor logistik, e-commerce, serta meningkatnya arus barang, kebutuhan terhadap fasilitas logistik modern semakin tinggi. Kota Semarang sebagai bagian dari kawasan metropolitan Kedungsepur memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi regional. Namun, masih terdapat keterbatasan fasilitas pergudangan terpadu, tingginya biaya logistik, serta belum optimalnya integrasi antara pelabuhan, gudang, dan distribusi regional.

Pengembangan UCC Terboyo menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan fasilitas logistik modern seperti dry warehouse, cross-docking, fulfillment center, serta command center berbasis sistem digital (WMS/TMS). Proyek ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, mengurangi beban lalu lintas distribusi dalam kota, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Selain itu, proyek ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset daerah dengan potensi investasi tinggi, didukung oleh permintaan pasar yang kuat serta keselarasan dengan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.

Nilai Investasi : Rp. 118.392.750.000
Skema Investasi :

Skema investasi yang digunakan adalah Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) / Bangun Guna Serah (BGS) antara Pemerintah Kota Semarang dan badan usaha (investor).

Pemerintah daerah menyediakan lahan sebagai Barang Milik Daerah (BMD), sedangkan investor bertanggung jawab atas pembiayaan, pembangunan, pengelolaan, dan operasional kawasan selama masa konsesi.

Pengembalian investasi diperoleh dari:

  • Sewa gudang dan storage

  • Jasa handling & cross-docking

  • Fulfillment e-commerce

  • Distribusi & transportasi

  • Value-added services (repacking, labeling, dll)

Kondisi Saat Ini :

Secara eksisting, lokasi proyek merupakan kawasan eks Terminal Terboyo yang telah memiliki fungsi sebagai area aktivitas transportasi dan logistik. Sebagian lahan seluas ±7.000 m² digunakan sebagai terminal penumpang tipe C, sedangkan sisa lahan dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan logistik/truk.

Kondisi lahan telah diperkeras (cor beton) serta didukung oleh beberapa bangunan eksisting seperti kantor, penginapan, dan fasilitas ibadah, sehingga relatif siap untuk dikembangkan lebih lanjut.

Lokasi proyek berada di kawasan industri dan pergudangan aktif di wilayah Genuk–Terboyo, serta dilalui jalur logistik utama Pantai Utara Jawa (Pantura). Kawasan ini juga memiliki akses yang sangat strategis, antara lain dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas, terhubung dengan jalan tol Trans Jawa (Kaligawe–Gayamsari), serta didukung jaringan jalan yang dapat dilalui kendaraan logistik berat.

Dengan kondisi tersebut, lahan memiliki keunggulan sebagai kawasan logistik eksisting yang dapat dioptimalkan menjadi Urban Consolidation Center (UCC) tanpa memerlukan perubahan fungsi yang signifikan, sehingga mempercepat proses pengembangan proyek.

Ruang Lingkup Proyek :

Lingkup pekerjaan dalam pengembangan Semarang Logistics Hub (UCC) Terboyo meliputi perencanaan, pembangunan, pengelolaan, dan pengoperasian kawasan logistik terpadu. Fasilitas yang akan dikembangkan mencakup pembangunan gudang modern (dry warehouse), area cross-docking, zona pergudangan kepabeanan (bonded warehouse), command center, serta infrastruktur pendukung seperti area parkir logistik, open yard, dan sistem keamanan.

Selain itu, lingkup pekerjaan juga mencakup penyediaan layanan logistik end-to-end, seperti penyimpanan barang, handling, cross-docking, fulfillment e-commerce, repacking, distribusi last-mile, serta layanan drayage dari Pelabuhan Tanjung Emas. Pengembangan sistem digital terintegrasi (WMS/TMS) juga menjadi bagian utama dalam mendukung operasional kawasan secara efisien dan modern.

Ketersediaan Pasar :

Ketersediaan pasar untuk proyek UCC Terboyo sangat potensial, didukung oleh pertumbuhan sektor industri, e-commerce, dan jasa logistik di wilayah Semarang dan sekitarnya. Tingginya permintaan terhadap fasilitas pergudangan modern, layanan fulfillment, dan distribusi last-mile menunjukkan adanya kebutuhan pasar yang kuat terhadap pusat logistik terpadu.

Lokasi yang strategis di koridor logistik Pantura, kedekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas, serta konektivitas dengan kawasan industri Semarang–Demak menjadikan UCC Terboyo sebagai solusi yang relevan bagi pelaku usaha logistik (3PL), e-commerce, manufaktur, dan distribusi regional. Dengan kondisi tersebut, proyek ini memiliki prospek pasar yang tinggi dan berkelanjutan.

Luas Lahan : ± 51.400 m² (± 5,14 Ha)
Status Kepemilikan Lahan :

Lahan proyek merupakan aset milik Pemerintah Kota Semarang dengan status Hak Pakai (HP 00023). Pemanfaatan lahan direncanakan melalui skema kerja sama pemanfaatan aset daerah, seperti Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) atau Bangun Guna Serah (BGS), yang memberikan hak kepada investor untuk membangun dan mengelola kawasan dalam jangka waktu tertentu, dengan tetap menjaga kepemilikan aset oleh pemerintah daerah.

Sumber Air :

Ketersediaan air untuk kawasan Semarang Logistics Hub (UCC) Terboyo direncanakan berasal dari jaringan PDAM Kota Semarang yang telah tersedia di sekitar lokasi. Selain itu, dimungkinkan penggunaan sumber air alternatif seperti sumur dalam (groundwater) sebagai cadangan operasional, khususnya untuk kebutuhan non-konsumsi seperti kebersihan area, pendinginan, dan operasional fasilitas. Sistem pengelolaan air akan dilengkapi dengan jaringan distribusi internal, drainase kawasan, serta pengelolaan air limbah sesuai ketentuan lingkungan (UKL–UPL).

Kelistrikan :

Kebutuhan listrik kawasan UCC Terboyo akan dipenuhi melalui jaringan PLN yang telah tersedia di wilayah Genuk–Terboyo sebagai kawasan industri aktif. Pasokan listrik direncanakan mampu mendukung operasional gudang modern, sistem material handling, penerangan kawasan, serta sistem digital (WMS/TMS dan command center). Untuk menjamin kontinuitas operasional, akan disediakan sumber listrik cadangan seperti genset, serta pengembangan sistem distribusi listrik internal yang andal dan efisien.

Telekomunikasi :

Infrastruktur telekomunikasi di kawasan proyek didukung oleh jaringan fiber optik dan layanan telekomunikasi dari berbagai provider yang telah tersedia di wilayah Semarang. Hal ini memungkinkan implementasi sistem logistik berbasis digital seperti Warehouse Management System (WMS), Transport Management System (TMS), serta pelacakan barang secara real-time. Ketersediaan jaringan internet yang stabil menjadi faktor penting dalam mendukung integrasi operasional dan efisiensi layanan logistik.

Jaringan Jalan :

Lokasi Semarang Logistics Hub (UCC) Terboyo memiliki aksesibilitas yang sangat baik karena berada pada jalur utama logistik Pantai Utara Jawa (Pantura). Kawasan ini terhubung langsung dengan jaringan jalan arteri nasional yang mendukung pergerakan kendaraan logistik skala besar.

Selain itu, lokasi proyek memiliki kedekatan dengan akses jalan tol Trans Jawa melalui ruas Kaligawe–Gayamsari yang menghubungkan Semarang dengan kota-kota utama di Pulau Jawa. Kedekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas juga menjadi nilai strategis dalam mendukung aktivitas distribusi barang ekspor-impor.

Di dalam kawasan, akan dikembangkan jaringan jalan internal yang dirancang khusus untuk kendaraan logistik, termasuk pengaturan jalur masuk dan keluar, area manuver truk, serta sistem sirkulasi yang efisien untuk mendukung kelancaran operasional. Dengan dukungan jaringan jalan tersebut, proyek memiliki konektivitas yang sangat baik untuk distribusi regional maupun nasional.