Pertanian Melon Hidroponik (Sistem NFT dalam Green House)

Proyek Prospektif

Latar Belakang :

Budidaya melon merupakan jenis usaha tani yang perlu mendapat prioritas utama diantara tanaman-tanaman hortikultura karena produk melon sangat digemari masyarakat. Melon dikonsumsi daging buahnya, baik untuk tipe konsumsi segar maupun olahan dan mengandung unsur-unsur yang diperlukan oleh tubuh manusia. Disamping itu, harga melon yang relatif tinggi apabila dibanding dengan komoditas sejenis merupakan peluang besar untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani atau pengusaha usahatani melon.

Budidaya melon sangat bergantung pada cuaca karena sangat rentan terhadap penyakit pada musim hujan. Sebagian besar petani melon menggunakan air sumur atau pompa air untuk memenuhi kebutuhan air, karena lahan yang ditanami melon adalah lahan kering. Dengan demikian kebutuhan biaya yang diperlukan cukup tinggi dan dapat mengurangi keuntungan petani. Berkaitan dengan hal tersebut perlu dilakukan inovasi dalam budidaya melon, diantaranya melalui sistem hidroponik. Salah satu sistem yang dapat digunakan untuk penanaman di dalam green house adalah sistem hidroponik. Sistem tanam hidroponik memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah kebersihan lebih mudah terjaga, pengolahan media dan gulma lebih mudah dilakukan, penggunaan pupuk dan air sangat efisien, tanaman dapat diusahakan terus tanpa tergantung musim dan tanaman dapat berproduksi dengan kualitas tinggi

Nilai Investasi : Rp 45 juta
Skema Investasi :
Kondisi Saat Ini :
Ruang Lingkup Proyek :

rencana pengembangan.png 1.37 MB

Ketersediaan Pasar : Untitled-1.png 86.66 KBtarget pasar.png 72.52 KB


Luas Lahan : 1,4 ha
Sumber Air :

Ketersediaan air melimpah

Kelistrikan :

Tersedia jaringan listrik PLN

Telekomunikasi :

Tersedia jaringan seluler

Jaringan Jalan :