Pengembangan Kawasan Khusus Perikanan Terpadu di Kabupaten Cilacap Sebagai Wilayah Blue Economy Indonesia

Proyek Prospektif

Latar Belakang :

Kabupaten Cilacap memiliki wilayah pantai terpanjang di Pulau Jawa dengan panjang mencapai 248 km. Cilacap juga mempunyai potensi besar di Bidang Perikanan dengan hasil produksi total mencapai 46.473 ton pada tahun 2024. Hasil perikanan khususnya ikan tuna mencapai 6.328 ton, Cakalang sebanyak 14.261 ton dan Udang sebanyak 5.617,84 ton. Proyek ini menawarkan aktivitas pengalengan tuna, industri turunan produksi tuna, industri pakan ikan dan udang, cold chain logistics, serta industri alat tangkap ikan.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Kabupaten (BPS) Cilacap pada tahun 2024, produksi penangkapan ikan di sungai sebesar 1.140.643 kg dan rawa sebesar 296.240 kg. Sementara itu, produksi penangkapan ikan di keramba sebesar 1.514.187 kg. Data tersebut mencerminkan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar di sektor perikanan yang harus diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan kegiatan di sektor perikanan yang masih terpisah menyebabkan tidak efektif dan potensi perikanan tidak tergarap secara maksimal, maka diperlukan suatu Kawasan terpadu yang saling terintegrasi untuk mengakomodir aktivitas usaha sektor perikanan untuk meningkatkan potensi sektor perikanan yang ada sebelumnya.

Nilai Investasi : '- Industri Pengalengan Tuna (Rp 13.518.200.000) - Industri Turunan Produksi Tuna (Rp 18.018.150.000) - Industri Pakan Ikan/Udang (Rp 17.889.900.000) - Cold Chain Logistic (Rp 15.797.630.639) - Industri Alat Tangkap Ikan (Rp 1.563.000.000)
Skema Investasi :

Swasta Murni atau Kemitraan

Kondisi Saat Ini :

Pemanfaatan potensi dalam sektor perikanan di Kabupaten Cilacap masih berlangsung secara terpisah, artinya pengelolaan kegiatan usaha di sektor perikanan masih terbatas dan dilakukan tidak dalam satu kawasan dalam sektor perikanan tersebut sehingga pengelolaannya belum maksimal. Kabupaten Cilacap belum memiliki sebuah Kawasan industri khusus perikanan terpadu yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas atau kegiatan di sektor perikanan yang saling berhubungan dan bersinergi. Kawasan industri khusus perikanan terpadu ini nantinya akan menunjang berbagai aktivitas perikanan yang terpadu.

Ruang Lingkup Proyek :
  1. Industri pengalengan tuna,

  2. Industri turunan produksi tuna,

  3. Industri pakan ikan dan udang,

  4. Cold chain logistics,

  5. industri alat tangkap ikan.

Ketersediaan Pasar :

Permintaan dalam negeri dan luar negeri

Luas Lahan : 82 Hektar
Sumber Air :

Tersedia air bersih dari PDAM TIRTA WIJAYA

Kelistrikan :

Tersedia daya dari PLN

Telekomunikasi :

Tersedia Jaringan Telekomunikasi dari PT. Telkom Indonesia

Jaringan Jalan :

Jalan Nasional