Industri Terpadu Gula Kelapa Kristal dan Perkebunan Kelapa Genjah Enthok
Proyek Prospektif
Latar Belakang :
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa kebutuhan gula nasional pada tahun 2023, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri diperkirakan mencapai 7 juta ton, sementara produksi nasional baru mencapai sekitar 2 juta ton. Industri gula kelapa khususnya gula kelapa kristal berpeluang menjadi alternatif pilihan untuk diversifikasi konsumsi gula nasional dan menekan import gula. Disamping itu gula kelapa kristal juga memiliki prospek yang bagus, karena permintaan yang tinggi dari dalam maupun luar negeri. Ben Ripple, Direktur Big Tree Farm, perusahaan eksportir gula kelapa yang berlokasi di Bali dalam www.ukmindonesia.id menyatakan bahwa pasar dunia untuk gula semut tidak terbatas, sehingga ekspor gula kelapa asal Indonesia mulai merambah ke pasar-pasar baru di berbagai belahan dunia. Pada akhir tahun 2021 lalu, Kementerian Perdagangan RI melepas komoditas ekspor gula kelapa kristal asal Kabupaten Banyumas senilai 16 miliar rupiah ke Spanyol untuk pertama kalinya. Sebelumnya, di kala pandemi, beberapa produsen gula semut lokal juga sudah berhasil ekspor ke Inggris Raya. Hal tersebut menandakan bahwa ekspansi pasar ekspor gula kristal asal Indonesia masih memiliki peluang besar di benua Eropa. Komoditas gula kelapa kristal digunakan sebagian besar oleh industri makanan dan perawatan pribadi. Gula kelapa kristal memiliki berbagai macam kegunaan terutama dalam industri makanan karena merupakan alternatif yang lebih sehat daripada gula tebu.
| Nilai Investasi | : | Rp9,88 Miliar |
| Skema Investasi | : | |
| Kondisi Saat Ini | : |
Kabupaten Banyumas merupakan sentra produksi gula kelapa kristal yang sudah menembus pasar ekspor. Namun, ketersediaan bahan baku (nira kelapa) menjadi tantangan utama, karena pelaku industri masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Tingginya konsumsi gula nasional (6 juta ton/tahun) dan rendahnya produksi dalam negeri (2,5 juta ton/tahun), serta meningkatnya permintaan ekspor untuk gula kelapa kristal di pasar global. Menurut riset pasar (MRFR dan Data Bridge), sektor ini diperkirakan tumbuh dengan CAGR sebesar 6,75% (2022–2029). Negara tujuan ekspor utama mencakup USA, Sri Lanka, Eropa, Australia, dan Jepang. |
| Ruang Lingkup Proyek | : | |
| Ketersediaan Pasar | : | |
| Luas Lahan | : | |
| Sumber Air | : | |
| Kelistrikan | : | |
| Telekomunikasi | : | |
| Jaringan Jalan | : |
| Npv | : | |
| Irr | : | |
| Bc Ratio | : | |
| Payback Period | : |
| Nama Pic | : | Akhmad Saefudin - DPMPTSP Kabupaten Banyumas |
| Nama Instansi | : | Kabupaten Banyumas |
| Alamat Instansi | : | |
| Hp/Email | : | 085227064655 / investbanyumas@gmail.com |