Link berhasil disalin!

Membangun Masa Depan Industri Hijau, Jateng Perkuat Adopsi Energi Surya

A

Admin

02 Jul 2026
Membangun Masa Depan Industri Hijau, Jateng Perkuat Adopsi Energi Surya

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menggelar Central Java Solar Connect 2026 bertema Accelerating Central Java Solar Adoption for Industrial Competitiveness and Decarbonization di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, tersebut menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor industri.

Percepatan transisi energi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta transformasi menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan rendah karbon. Dalam implementasinya, keberhasilan transisi energi memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sejalan dengan agenda nasional tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya melalui target bauran energi terbarukan sebesar 21,32 persen pada tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Jawa Tengah juga memiliki potensi energi surya yang besar. Berdasarkan studi IESR bertajuk Beyond 443 GW: Indonesia's Infinite Renewable Energy Potentials, potensi energi surya di Jawa Tengah mencapai 194.280 MWp yang dapat menjadi modal penting dalam mendukung kebutuhan energi sektor industri sekaligus meningkatkan daya saing investasi daerah.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa arah pembangunan ekonomi global kini semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai salah satu pertimbangan utama investasi. Oleh karena itu, daya saing daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh kemudahan perizinan dan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan ekosistem investasi yang hijau dan rendah karbon.

"Kami ingin Jawa Tengah tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan investasi yang kompetitif, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, investasi yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung transformasi tersebut," ujar Sakina Rosellasari.

Menurut Sakina, pemanfaatan PLTS, termasuk PLTS atap di kawasan industri, tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi risiko fluktuasi biaya energi, serta memperkuat daya saing industri dalam memenuhi tuntutan rantai pasok global yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan. Namun demikian, percepatan adopsi energi surya masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, pembiayaan, model bisnis, hingga pemahaman teknis di kalangan pelaku usaha.

Karena itu, Central Java Solar Connect 2026 diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, pengembang teknologi, dan lembaga pembiayaan untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta perkembangan kebijakan dan teknologi terkini dalam pemanfaatan energi surya. Forum ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan minat sektor industri terhadap implementasi PLTS sekaligus mendorong percepatan dekarbonisasi industri melalui pemanfaatan energi bersih yang berkelanjutan.

"Melalui forum ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog, mempertemukan kebutuhan industri dengan peluang investasi, serta memperkuat jejaring kerja sama dalam pengembangan energi surya di Jawa Tengah. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau demi meningkatkan daya saing industri, menarik investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Sakina. (Humas DPMPTSP Jateng)*Al/Rz

Bagikan Artikel