JAKARTA — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan layanan investasi yang cepat, mudah, dan prima mendapat pengakuan di tingkat nasional. Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai salah satu provinsi dengan layanan investasi terbaik dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Dalam kategori tersebut, Jawa Tengah menempati peringkat ketiga, setelah Maluku Utara dan Jawa Timur. Penghargaan diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Ahmad Luthfi menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah bersama berbagai pemangku kepentingan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan investasi dan perizinan.
Menurutnya, kemudahan layanan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Karena itu, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai capaian, tetapi menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pelayanan kepada pelaku usaha dan calon investor.
“Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima,” kata Luthfi.
Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan investasi. Pelayanan, kata dia, perlu dilakukan secara proaktif dengan jemput bola, memberikan pelayanan yang ramah, serta menggali kebutuhan dan kendala yang dihadapi calon investor maupun pelaku usaha.
Penguatan layanan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan besarnya kontribusi investasi terhadap perekonomian Jawa Tengah. Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I 2026 mencapai Rp59,94 triliun.
Realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun.
Dari realisasi tersebut, investasi di Jawa Tengah tercatat menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek. Angka tersebut menunjukkan peran investasi tidak hanya dalam mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap investasi yang masuk dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari membuka lapangan pekerjaan, memperkuat perekonomian daerah, hingga mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita,” ujar Luthfi.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Roslan Roeslani menekankan pentingnya kualitas layanan investasi dalam membangun iklim investasi di Indonesia.
Menurut Roslan, layanan investasi yang terukur dan terstruktur dapat memberikan kepastian bagi investor, termasuk terkait waktu dan proses pelayanan. Kepastian tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menarik investasi dari dalam maupun luar negeri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
“Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah di berbagai tingkatan untuk terus meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan investasi. Upaya tersebut diperlukan agar Indonesia mampu bersaing dalam menarik investasi di tengah kompetisi dengan negara-negara lain.
“Kerja kita harus cepat, kerja kita harus baik, dan mempunyai dampak yang besar terutama dalam perekonomian. Dalam menarik investasi ini kita harus berkompetisi dengan negara tetangga. Kita tidak boleh ketinggalan bahkan harus lebih maju dalam rangka menciptakan layanan investasi yang baik,” ujar Roslan.
Selain penghargaan untuk tingkat provinsi, Kabupaten Semarang juga memperoleh penghargaan layanan investasi dalam ajang tersebut. Sementara itu, Kabupaten Karanganyar masuk dalam nominasi enam besar untuk kategori yang sama. (Humas DPMPTSP Jateng)