BATANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah mendampingi kunjungan Delegasi Brunei Darussalam ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Selasa (3/2). KEK Industroplis Batang merupakan kawasan strategis yang dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi modern dan berdaya saing internasional.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi memperoleh pemaparan langsung mengenai potensi investasi, kesiapan infrastruktur, serta rencana pengembangan KEK Industropolis Batang. Kawasan ini menawarkan beragam kemudahan dan insentif, mulai dari fasilitas perpajakan hingga dukungan fiskal dan nonfiskal. KEK Industropolis Batang dirancang untuk mengakomodasi tiga sektor utama, yakni industri dan pengolahan, properti dan pariwisata, serta logistik dan distribusi, sehingga membuka peluang investasi lintas sektor.
“KEK Industropolis Batang adalah kawasan yang atraktif dan kompetitif—lokasi strategis, infrastruktur lengkap, dan perizinan mudah menjadikannya destinasi investasi unggulan di Jawa Tengah,” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari.
Diskusi antara kedua pihak turut membahas isu-isu strategis, seperti kebutuhan dan proyeksi tenaga kerja, pengembangan hunian, kawasan komersial dan hotel, pengaturan zonasi industri, hingga pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Delegasi Brunei Darussalam juga menyampaikan ketertarikan terhadap potensi pengembangan proyek waste to energy sebagai bagian dari konsep investasi hijau di kawasan industri.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong terbukanya kerja sama internasional guna menghadirkan investasi berkualitas yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Humas DPMPTS Jateng)