SEMARANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menggelar KEK Kendal and Central Java Future Forum di ballroom Padma Hotel, Semarang, pada Rabu (15/10) malam. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi, didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa sekitar 65 persen investasi di Jawa Tengah masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Ia menilai, dominasi ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki iklim investasi yang kondusif dan dipercaya oleh investor global.
“KEK Kendal menjadi salah satu destinasi utama investasi di Jawa Tengah. Infrastruktur di dalam kawasan ini mampu menjawab kebutuhan industri, mulai dari konektivitas jalan hingga ketersediaan energi. Ke depan, kami juga mendorong Kabupaten/Kota lainnya untuk membangun kawasan industri baru, sehingga investasi di Jawa Tengah ini merata", ungkapnya.

Gubernur Luthfi juga menambahkan bahwa semua Kepala Daerah di Jateng harus menjadi 'manager marketing' investasi di daerahnya.
"Semua Bupati dan Walikota harus bisa menjadi marketing investasi di daerahnya, termasuk saya ini juga harus jadi marketing. Tarik investasi sebanyak-banyaknya untuk kemajuan daerah", tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, KEK Kendal memberikan penghargaan kepada sejumlah pemangku kepentingan yang berperan aktif dalam pengembangan kawasan dan peningkatan investasi. Salah satu penghargaan bergengsi, Anugerah Utama Sinergi Investasi untuk Pembangunan Berkelanjutan, diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, dan diserahkan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mewakili Gubernur.
Sakina menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terus berupaya menjaga tren positif realisasi investasi di Jawa Tengah.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstansi dan dunia usaha berjalan dengan baik. Hingga semester I tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp45,58 triliun atau sekitar 58,19 persen dari target tahunan. Capaian ini juga menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa, yakni lebih dari 222 ribu tenaga kerja,” ujar Sakina.
Ia menambahkan, peningkatan realisasi investasi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan pelayanan perizinan di Jawa Tengah.
“Tren ini menegaskan bahwa Jawa Tengah menjadi lokasi yang tepat untuk berinvestasi, karena didukung infrastruktur yang terus berkembang, ketersediaan tenaga kerja kompeten, serta dukungan penuh pemerintah daerah dalam menciptakan kemudahan berusaha,” imbuhnya.
Dengan momentum penghargaan dan forum investasi ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat terus terjaga. KEK Kendal diharapkan dapat menjadi motor penggerak investasi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Al/Rz (Humas DPMPTSP Jateng)