Link berhasil disalin!

Investor Malaysia Jajaki Peluang Investasi Energi Terbarukan hingga Infrastruktur di Jateng

A

Admin

09 Jun 2026
Investor Malaysia Jajaki Peluang Investasi Energi Terbarukan hingga Infrastruktur di Jateng

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi investor asal Malaysia, The Marq International SDN BHD, bersama tim teknis Jakarta Konsultan Grup di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut rencana investasi pada sejumlah sektor strategis, meliputi energi terbarukan, panas bumi (geothermal), pertanian, dan infrastruktur di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas minat investasi yang ditunjukkan perusahaan asal Kuala Lumpur tersebut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, stabilitas wilayah, ketersediaan kawasan industri, serta dukungan tenaga kerja yang kompetitif.

Didampingi sejumlah direktur badan usaha milik daerah (BUMD), Gubernur juga menawarkan berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah. Pada sektor energi terbarukan, PT Jateng Petro Energi (JPEN) tengah mengembangkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif LPG. Sementara itu, PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) menawarkan potensi pengembangan agribisnis dan agrowisata, sedangkan PT PRPP Jawa Tengah membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kawasan PRPP secara terpadu.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan potensi pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, serta Dry Port di Batang dan Kendal untuk mendukung aktivitas logistik kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.

“Untuk sektor pariwisata, kami punya seribu desa wisata dan aglomerasi wisata. Selain itu juga sedang kami upayakan pengembangan wisata ramah muslim,” kata Ahmad Luthfi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan performa investasi Jawa Tengah pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp23,02 triliun atau tumbuh 5,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut berasal dari 24.957 proyek dan mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Menurut Sakina, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jawa Tengah yang didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang, kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah, serta dukungan pemerintah dalam mempermudah proses investasi.

“Pertumbuhan investasi pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah tetap terjaga. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jawa Tengah masih mampu menarik investasi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluang investasi di Jawa Tengah masih sangat terbuka, terutama pada sektor energi terbarukan, industri manufaktur, logistik, agribisnis, pengembangan kawasan industri, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Setiap investor yang masuk ke Jawa Tengah kami dampingi agar proses investasinya berjalan lancar. Dengan dukungan kawasan industri, infrastruktur yang terus berkembang, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, Jawa Tengah menjadi lokasi yang sangat potensial untuk pengembangan usaha dan investasi jangka panjang,” tambahnya.

Sementara itu, CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki keterbukaan tinggi terhadap investasi dan menawarkan berbagai peluang kerja sama yang menjanjikan.

“Saya gembira karena Pak Gubernur sangat mendukung untuk membuat kerja sama. Tidak hanya dengan Malaysia tetapi juga China, Korea, dan negara lain yang terhubung dengan kami. Ini waktu yang tepat untuk investasi ke Jawa Tengah,” ujarnya. (Humas DPMPTSP Jateng)

Bagikan Artikel