Strategi Investasi di Tengah Kondisi Pandemi Virus Corona
Strategi Investasi di Tengah Kondisi Pandemi Virus Corona
Tanggal Publish : 09-04-2020

 

Kini virus corona secara resmi sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Tak hanya soal kesehatan, penyebaran virus corona kini telah berdampak ke semua bidang, terlebih pada bidang perekonomian yang terus menunjukkan penurunan. Dengan adanya ketidakpastian terkait kapan wabah ini akan mereda juga berdampak pada pergerakan pasar modal yang mengalami koreksi alam.

Di sisi lain pemerintah menghimbau supaya masyarakat tetap tinggal di rumah saja dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Dengan adanya kebijakan tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan untuk pergerakan ekonomi. Hal ini tercermin dalam pergerakan pasar modal akhir-akhir ini.

Terhitung pada pekan ketiga di bulan Maret ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi sejumlah -33,41% pada level 4.194 sejak awal tahun 2020. Selama dua pekan terakhir pun IHSG telah mengalami sekitar 4 kali suspensi perdagangan sementara dengan otomatis. Hal itu terjadi karena IHSG telah mengalami pelemahan mencapai -5% dalam sehari.

Dengan adanya hal tersebut, tentu akan meresahkan para investor dan juga masyarakat. Terlebih untuk membangun kembali optimisme di tengah masalah ekonomi yang mulai terhambat. Untuk mengurangi tekanan pada pertumbuhan ekonomi akibat dari pandemik ini, pemerintah sudah mulai mendorong Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah untuk mengakselerasi belanja pada jadwal Kuartal I tahun 2020. Tidak hanya itu, pemerintah juga sudah melakukan re-focusing penganggaran dan juga mengeluarkan paket Stimulus Fiskal jilid I serta Jilid II, dimana hal ini diharapkan dapat mendukung pergerakan sektor riil.

Untuk itu, masyarakat perlu lebih bijak lagi dalam mengatur keuangan. Terlebih untuk masyarakat yang aktif sebagai investor. berikut ini strategi investasi yang dapat anda terapkan saat kondisi pandemi virus corona:

1. Siapkan dana darurat

Strategi yang pertama adalah dengan menyiapkan dana darurat atau meningkatkan dana darurat Sebab, para ahli kesehatan mengatakan bahwa pandemi akan memerlukan waktu yang tidak sebentar sampai benar-benar mereda dan mencapai titik normal. Oleh karena itu, para investor perlu untuk mengalokasikan lebih banyak dana darurat untuk berjaga-jaga di waktu sekarang ini. Dana ini dapat berupa cash, dialokasikan ke tabungan, maupun deposito.

2. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi merupakan kunci sukses di dunia investasi. Sekarang ini, sudah banyak berbagai instrumen investasi yang dapat anda pilih. Mulai dari saham, obligasi, reksa dana, dan lainnya. anda bisa melakukan diversifikasi investasi melalui investasi alternatif. Namun, anda juga harus memastikan bahwa media yang dipilih sudah terdaftar dan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Review Portofolio

Lakukan review portofolio secara berkala. hal ini wajib dilakukan sesuai dengan tujuan investasi dari para investor. ketika menentukan sebuah tujuan investasi di awal, maka anda akan diminta mengalokasikan aset yang ditentukan dengan mengisi sebuah set pertanyaan investment risk profiler. Akan tetapi ada satu hal yang perlu anda perhatikan, bahwa risk profile seorang investor dapat berubah sesuai dengan kondisi finansial, usia, kondisi pasar, ataupun tujuan investasi yang berubah. Oleh karena itu, investor wajib melakukan review portofolio, apakah sudah sesuai dengan kondisi saat ini.

 

Itulah beberapa strategi investasi yang dapat menjadi referensi saat kondisi ekonomi sedang berada di dalam situasi yang genting.

Baca Berita Lainnya