Realisasi Investasi Indonesia Tahun 2020
Realisasi Investasi Indonesia Tahun 2020
Tanggal Publish : 21-04-2020

 

Di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini, realisasi investasi di Indonesia justru naik mencapai  8% yaitu sebesar Rp 210,7 triliun per triwluan I tahun 2020. Secara rinci ada peningkatan pada sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 29,3% yaitu dari Rp 87,2 triliun menjadi sebesar Rp 112,7 triliun. Namun di sisi lain, penanaman modal asing (PMA) justru menurun 9,2% yaitu menjadi sebesar Rp 98 triliun.

Selain itu, adapun peningkatan penyerapan tenaga kerja dari investasi ke Indonesia yaitu mencapai 303.085 orang per kuartal I 2020. Penyerapan terbesar terjadi di penanaman modal asing (PMA) sebanyak 151.919 tenaga kerja. Sedangkan di penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 151.166 tenaga kerja.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengngkapkan bahwa investasi dari negara-negara lain merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia saat ini. Sebab, arus modal dapat meningkatkan jumlah uang beredar yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, saat ini semua negara berebut arus modal masuk, hal ini bertujuan supaya ada capital grow dan ada arus modal yang masuk dari negara lain ke negaranya. Begitupun dengan Indonesia. Jokowi juga melanjutkan bahwa investasi verperan sangat penting terhadap ekonomi Indonesia. Sebab, APBN dan juga APBD hanya berkontribusi sebesar 23 persen terhadap ekonomi. Hal ini berarti bahwa 77 persen yang mempengaruhi eknomi Indonesia adalah dunia swasta.

Tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan juga penanaman modal asing (PMA) yaitu sebesar Rp 886,3 triliun atau naik sebesar 9,6 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Kemudian, sepanjang periode tahun 2020-2024 BKPM menargetkan rata-rata pertumbuhan investasi di Indonesia yaitu sebesar 11,7 persen per tahunnya.

Salah satu upaya dalam mencapai target invetasi yang begitu tinggi yaitu dengan cara menyelesaikan masalah 21 proyek mangkrak senilai Rp 708 triliun. Dalam 100 hari masa kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BKPM, Rp 180 triliunmasalah investasi mangkrak sudah berhasil difasilitasi terkait penyelesaian permasalahannya. Sebagian besar permasalahan tersebut terjadi di daerah-daerah.

 

Baca Berita Lainnya