Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah Tahun 2020
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah Tahun 2020
Tanggal Publish : 02-04-2020

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah tahun 2020 telah diproyeksikan oleh Bank Indonesia akan mencapai 5,4 sampai dengan 5,8 persen, dengan inflasi terjaga berkisar antara 3,0 atau 3,1 persen pada tahun 2020. Dalam mencapai hal tersebut, tentu memerlukan integritas, inovasi, serta transformasi dan juga jaminan kenyamanan hingga kepastian lahan bagi para investor.

Proyeksi tersebut bukan tanpa dasar, dimana Kepala Bank Indonesia mendasarkan proyeksi tersebut terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada tahun 2019 yang mencapai rata-rata 5,44 persen. Dalam rinciannya, pencapaian Jawa Tengah selama tiga triwulan pada tahun 2019 terus mengalami peningkatan. Dari mulai 5,15 persen, kemudian 5,66 persen pada triwulan keempat. Dari data tersebut menunjukkan bahwa konsistensi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah berada diatas nasional, terlebih pada sepuluh tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi perekonomian di Jawa Tengah akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 7 persen pada tahun 2023. Kepala Bank Indonesia,  Soekowardojo optimis bahwa Jawa Tengah dapat sesuai dengan proyeksinya, mengingat hal tersebut didukung dengan kepemilikan sumber daya yang melimpah. Sebagai contoh, kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan juga Jawa Tengah yang menjadi salah satu lumbung pangan, serta industri-industri yang bisa menghasilkan produk berkualitas.

Namun perlu diketahui,untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan juga berkualitas tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga harus disertai dengan inflasi yang rendah dan tentunya terkendali. Disini, peran perbankan juga harus lebih ditingkatkan, terutama pada pembiayaan infrastruktur yang strategis.

Dalam hal ini, digitalisasi tidak boleh dilupakan untuk mendukung pengembangan ekonomi yang ada di Jawa Tengah. Sebab inovasi di bidang digital mampu memperkuat hubungan antar pelaku ekonomi.

Adapun tiga hal yang harus direalisasikan dalam rangka menarik para investor, menurunkan tingkat kemiskinan yang ada di Jawa Tengah dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Jateng. Tiga hal itu adalah aspek kewilayahan, kondusifitas, serta aspek kemudahan  dan kecepatan pelayanan tingkat daerah.

Dibutuhkan kecepatan dan juga kemudahan serta kesediaan infrastruktur yang bukan hanya soal jalan, namun juga soal pasokan air bersih, lahan dari aspek tata ruang yang kini sudah mulai difasilitasi oleh pemerintah daerah. Untuk itu, pemerintah daerah meminta supaya bupati atau walikota dapat memiliki pemahaman yang sama dengan pemerintah daerah atau provinsi. Dalam hal ini, jangan sampai para investor tidak mendapatkan kepastian terkait lahan.

 

Sebagai pemilik wilayah, pemerintah daerah harus benar-benar berkomitmen untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta kecepatan pada seluruh calon investor. Supaya nantinya, antara visi dan misi pemerintah provinsi dan daerah bisa selaras dan sejalan dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bisa tercapai dan semakin berkembang.

Baca Berita Lainnya