Peluang Investasi di Jawa Tengah
Peluang Investasi di Jawa Tengah
Tanggal Publish : 27-04-2020

Jawa Tengah menawarkan peluang investasi di dua sektor unggulan di Central Java Investment Business Forum (CJIBF) tahun 2019 lalu. Kedua sektor unggulan tersebut diharapkan dapat membantu dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi, yaitu pada sektor pariwisata dan manufaktur. Selai sektor tersebut pemerintah juga berharap supaya sektor lain seperti properti, infrastruktur, energi, dan juga agrikultur meningkat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah memaparkan bahwa peserta yang hadir di CJIBF sebagian berasal dari investor luar negeri dan juga dalam negeri, pemerintah, pemrakarsa proyek dari kabupaten/kota, undangan dari duta besar negara sahabat, BUMN dan BUMD se Jawa Tengah, dan lainnya.

Sejumlah investor asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berencana untuk melakukan relokasi industri ke Jawa Tengah. Para investor tersebut berasal dari sektor industri kayu dan furniture.

Saat ini, Jawa Tengah sedang menjadi primadona investasi oleh berbagai negara. Sebab, Jateng dikenal memiliki iklim investasi yang sangat tenang dan ditopang oleh kemajuan pembangunan infrastruktur. Hal ini yang justru membuat investasi Jawa Tengah kian membaik.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya 11 perusahaan asal Tiongkok yang akan direlokasi. Targetnya, proses relokasi tersebut dapat segera selesai dan dapat melakukan proses produksi. Selain itu, pada September tahun lalu BKPM mencatat sebanyak 33 perusahaan asal Tiongkok tersebut akan direlokasi. Hal ini terjadi akibat dari adanya perang dagang antara Cina dan Amerika.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa target investasi di Jawa Tengah pada tahun ini yaitu sebanyak Rp 47,42 triliun. Ganjar yakin bahwa Jawa Tengah dapat memenuhi target tersebut, sebab Jateng mempunyai daya saing terkait potensi, tenaga kerja,infrastruktur, dan juga komitmen dalam meningkatkan investasi melalui kebijakan pro-investasi.

Investasi yang paling banyak masuk ke Jawa Tengah antara lain, sektor listrik, air, dan gas, telekomunikasi dan gudang, serta industri tekstil. Sedangkan daerah favorit yang menjadi pilihan utama investasi yaitu, Kabupaten Batang, Jepara, dan Cilacap.

Alasan mengapa Jawa Tengah layak menjadi salah satu wilayah terfavorit bagi para investor yaitu terkait perizinan yang ada di Jawa Tengah merupakan yang terbaik. Jawa Tengah juga menjadi peringkat pertama sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbaik se Indonesia di acara Investment Award 2018. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa pemerintah sudah mendukung dan Jawa Tengah sudah memiliki modal utama dalam mengundang investasi yaitu dengan adanya perizinan yang mudah.

Baca Berita Lainnya