Instrumen Investasi Yang Harus Diketahui Oleh Para Investor Pemula
Instrumen Investasi Yang Harus Diketahui Oleh Para Investor Pemula
Tanggal Publish : 07-04-2020

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah investor pada Oktober tahun 2019 lalu, mencapai 36% setiap bulannya. Selain itu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga merilis data terkait jumlah investor Indonesia yang mencapai 2,8 juta. Dimana 43% dari jumlah tersebut adalah para generasi milenial. Luar biasa bukan? Ternyata banyak anak muda yang sudah sadar akan pentingnya berinvestasi.

Bagi anda yang ingin memulai investasi, masih ada banyak waktu untuk anda mempelajari tentang bagaimana cara berinvestasi yang benar. sebelum itu, kamu juga perlu mengetahui berbagai macam instrumen investasi sebelum pada akhirnya anda akan berinvestasi dimana dan dengan nominal berapa.

Berikut ini adalah beberapa instrumen investasi yang cocok untuk para investor pemula. Kamu harus mengenal semua instrumen investasi secara jelas sebelum mulai untuk menanam dana.

1. Logam Mulia

Logam mulia atau yang biasa kita sebut emas adalah salah satu instrumen investasi yang paling konvensional. Jika melihat para orang tua dahulu, rata-rata mereka menggunakan emas dalam bentuk perhiasan apabila ingin berinvestasi.

Untuk para investor pemula, emas adalah salah satu pilihan yang tepat untuk mulai berinvestasi. Akan tetapi anda harus mengetahui bahwa harga emas juga fluktuatif. Sehingga jika suatu saat anda membutuhkan dana segar, anda bisa menjualnya. Tetapi anda harus jeli melihat peluang. Jual lah jika harga emas sedang naik, supaya anda tidak mengalami kerugian.

Di sisi lain, ada pula risiko dari segi keamanan, terlebih jika anda menyimpannya di dalam rumah. Oleh karena itu, anda harus mempertimbangkan kembali jika ingin mengandalkan emas sebagai instrumen investasi dalam mencapai tujuan finansial.

2. Reksa Dana

Reksa dana merupakan instrumen investasi kolektif yang biasanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Instrumen jenis ini dikelola oleh Manajer Investasi, dimana nantinya akan disalurkan kepada unit-unit investasi lain dengan cara menyertakan modal yang diperoleh dari investor. Penjelasan sederhananya, investor hanya perlu menyerahkan sejumlah uang kepada Manajer Investasi. Kemudian biarkan Manajer Investasi yang mengelola uang investor supaya dapat memperoleh keuntungan.

Selain itu, Reksa Dana  juga dibagi menjadi beberapa jenis guna menyesuaikan profil risiko yang diinginkan oleh para investor. Risiko paling rendah yaitu Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki tingkat retur sekitar 4,8 – 7,4 persen.

Jika ingin membuka rekening Reksa Dana, investor hanya perlu menyetorkan dana awal, dengan minimal Rp. 20.000. Rekening tersebut dapat dicairkan minimal 7 hari kerja. Adapun keuntungan menggunakan Reksa Dana sebagai instrumen investasi yaitu Reksa Dana tidak dikenakan Pajak Penghasilan.

3. Saham

Saham dapat dikatakan sebagai bukti hak kepemilikan suatu perusahaan. Saat investor membeli saham, maka saat itulah para investor sedang membeli bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Instrumen investasi yang satu ini memang memiliki risiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu, jika anda ingin memulai investasi dengan saham , maka anda wajib mempelajarinya terlebih dahulu.

4. Obligasi

Obligasi adalah salah satu jenis instrumen investasi yang berbentuk surat utang. Dimana surat ini dibuat sebagai tanda peminjaman dana dari satu pihak seperti perusahaan atau instansi perorangan atau pemerintah kepada pihak yang lain. Biasanya obligasi memiliki jangka waktu, berkisar antara 3 sampai 10 tahun.

Obligasi ini merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko rendah. Terlebih jika surat tersebut dikeluarkan oleh pemerintah. Meski begitu, obligasi juga tetap memiliki risiko, terlebih jika pihak peminjam tidak mampu membayar.

5. Properti

Instrumen investasi yang terakhir adalah properti. Instrumen ini juga dapat dicoba oleh para investor pemula. Akan tetapi, dari semua jenis instrumen investasi, barangkali properti yang paling membutuhkan modal yang cukup tinggi. Meski demikian, properti juga menjadi salah satu instrumen investasi favorit orang-orang. Sebab, kenaikan harga properti setiap tahun sangatlah menjanjikan.

Sedangkan risikonya, investasi properti membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Selain itu, para investor juga membutuhkan waktu yang lama untuk menjualnya dan mendapatkan dana segar. Jika anda membutuhkan dana cepat, maka properti tidak cocok untuk dijadikan investasi.

 

Itulah beberapa jenis instrumen investasi yang dapat dicoba oleh para investor pemula. Pilihlah instrumen investasi yang paling cocok dan sesuai dengan kondisi anda. Jangan lupa untuk selalu mencari tahu untung rugi beserta risiko di setiap instrumen investasi yang akan dipilih. Supaya anda tidak mengalami kerugian yang terlalu tinggi.

Baca Berita Lainnya