Cermat Sebelum Berinvestasi, Kenali dan Waspadai Investasi Bodong
Cermat Sebelum Berinvestasi, Kenali dan Waspadai Investasi Bodong
Tanggal Publish : 08-04-2020

Penipuan investasi bodong baru-baru ini masih marak. Aksinya dilakukan baik secara online maupun offline. Untuk itu, patut untuk selalu waspada dan kenali ciri-ciri investasi bodong. Supaya anda tidak tertipu dan terjerumus ke dalamnya. Sebab, beberapa penipuan investasi bodong berhasil terungkap dan banyak bukti yang sudah disebarkan di media sosial.

Biasanya investasi bodong menawarkan sebuah keuntungan yang besar dan menggiurkan. Dengan begitu, para korban akan semakin tertarik dan melakukan investasi tanpa berpikir panjang. Akan tetapi, bukan keuntungan yang akan anda peroleh, namun anda justru akan mendapatkan kerugian jika menggunakan investasi bodong.

Di Indonesia, masih banyak oknum yang gencar memasarkan produk investasi bodong. Biasanya mereka menyasar orang-orang yang memiliki informasi minim terkait investasi. Jadi, orang-orang tersebut berpotensi untuk mudah tergiur dengan keuntungan besar yang mereka tawarkan.

Hal tersebut tentu sangatlah merugikan. Untuk menghindari hal-hal tersebut, berikut adalah penjelasan terkait investasi bodong, supaya anda terhindar dari penipuan dan kerugian.

Namun sebelum membahas tentang investasi bodong, ada baiknya jika anda mengetahui terlebih dahulu apa itu investasi. Secara umum, investasi adalah sebuah kegiatan menghimpun dana ataupun aset dalam jangka waktu tertentu. Investasi sendiri memiliki tujuan yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Kegiatan investasi selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak investor yang memiliki dana atau perusahaan dan pihak pengelola yang akan mengelola dana investor guna mendapatkan sebuah keuntungan.

Tipe-tipe Investasi Bodong

1. Investasi online

Seiring perkembangan teknologi yang sudah semakin modern, modus kejahatan juga mulai mengikuti perkembangan zaman. Contohnya, investasi bodong yang dilakukan secara online. Tipe penipuan semacam ini sangat marak terjadi di dunia maya. Biasanya para pelaku akan mencari atau menarik para korbannya melalui iklan di media sosial. Dimana mereka membuat sebuah iklan yang berisi kalimat ajakan untuk berinvestasi dengan menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Di sisi lain, para pelaku penipuan akan merencanakan semuanya secara matang, supaya mereka terlihat profesional dan meyakinkan. Selain itu, para pelaku juga berani mencantumkan nama OJK, BI, atau bank lain di produk yang mereka tawarkan. Kemudian para korban akan diberikan laman website palsu yang digunakan untuk media pendaftaran investasi dan juga menyetor sejumlah uang. Setelah semuanya sudah selesai, maka laman website tersebut akan menghilang dan tidak dapat diakses. Para pelaku akan menghilang tanpa jejak dengan sejumlah uang yang sudah korban kirimkan.

2. Koperasi bodong

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa koperasi merupakan lembaga yang berfungsi membantu dalam mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya dan juga masyarakat. Namun baru-baru ini, koperasi simpan pinjam sempat menjadi kedok dari investasi bodong. Dalam kasus ini, para korban yang ingin menyimpan uangnya di koperasi akan dijanjikan sejumlah bunga besar setiap bulannya. Sedangkan orang orang yang sudah bergabung menjadi anggota akan diminta untuk mencari orang-orang untuk menyimpan uangnya di koperasi tersebut, kemudian mereka akan mendapatkan sejumlah bonus. Hal tersebut hampir sama dengan sistem bisnis MLM atau multi level marketing.

3. Arisan bodong

Modus penipuan ini mirip dengan arisan pada umumnya. Dimana arisan bodong dilakukan dalam satu kelompok yang menghimpun sejumlah uang dari para anggotanya. Akan tetapi, dalam arisan bodong, para pelaku menawarkan keuntungan yang besar setiap kali ada yang mendapat giliran menang. Dalam hal ini, para pelaku akan berperan sebagai pihak yang menghimpun dan menyimpan dana arisan. Jenisnya pun beragam, ada arisan uang, Iphone, emas, atau barang berharga lain.

Sekarang ini, arisan bodong sudah marak terjadi di media sosial. Modusnya, para pelaku menawarkan arisan kepada calon korban melalui media sosial. Disini para korban diminta mentransfer sejumlah uang, kemudian para korban akan dijanjikan keuntungan yang besar setiap kali menang. Akan tetapi hal tersebut tidak akan terjadi, sebab para pelaku akan menghilang dan sejumlah uang yang sudah ditransfer oleh para korban tidak akan kembali lagi.

Biasanya, target dari arisan bodong adalah ibu-ibu rumah tangga. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa orang –orang lain juga bisa tertipu. Hal ini tentu karena keuntungan yang para pelaku tawarkan sangat besar dan menggiurkan.

Ciri-Ciri Modus Investasi Bodong

1. Menawarkan keuntungan tinggi

Ciri-ciri modus investasi bodong yang pertama adalah keuntungan tinggi. Jadi, untuk anda yang ingin mulai berinvestasi, jangan mudah tergiur dengan perusahaan investasi yang menawarkan keuntungan besar. Perlu anda ketahui bahwa prinsip investasi adalah high risk, high return. Artinya, semakin besar untungnya, maka semakin besar pula risikonya.

2. Keuntungan tinggi dalam waktu yang singkat

Perlu anda ketahui bahwa mendapatkan sebuah keuntungan dari investasi tidak bisa cepat dan dalam kurun waktu yang singkat. Akan tetapi berbeda dengan investasi bodong, biasanya mereka akan menawarkan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat. Jadi, anda harus lebih berhati-hati dan jangan mudah tergiur dengan hal tersebut.

3. Keuntungan akan macet

Pada awal investasi, biasanya anda akan mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan apa yang ditawarkan di awal. Namun, hal tersebut tidak akan berlangsung lama, sebab para pelaku akan memberikan berbagai alasan terkait keuntungan yang macet. Kemudian pada akhirnya banyak pelaku yang hilang dan membawa semua dana yang sudah terkumpul.

4. Terdapat pilihan level produk

Hampir sama dengan sistem MLM, investasi bodong juga menawarkan investasi dengan berbagai level. Misalnya, paket silver, platinum, atau gold, dimana semakin tinggi level akan semakin tinggi pula keuntungan yang didapat. Hal inilah yang bisa membuat banyak orang tergoda dengan investasi bodong.

5. Diminta untuk mencari calon investor baru

Setelah anda sudah bergabung ke dalam investasi bodong, biasanya pimpinan atau pihak yang mengelola investasi tersebut akan menugaskan anda untuk mencari investor baru. Kemudian jika anda berhasil mendapatkan calon investor baru, anda akan mendapatkan sejumlah bonus. Oleh karena itu, tak heran jika investasi bodong tidak ada matinya dan semakin meluas.

6. Perusahaan tidak jelas

Investasi bodong biasanya berasal dari perusahaan yang tidak jelas rekam jejaknya ataupun asal usulnya. Hal ini berarti mereka tidak memiliki kredibilitas dalam mengelola dana investasi. Perusahaan investasi bodong juga tidak terdaftar di OJK. Oleh karena itu, anda harus selalu teliti dan waspada dalam memilih perusahaan investasi.

7. Produk tidak jelas

Perusahaan investasi bodong tidak pernah menjelaskan secara detail produk apa yang mereka tawarkan. Bahkan ada beberapa kasus yang terjadi dimana para investor tidak mengetahui produk apa yang mereka beli. Para investor ini hanya menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan harga produknya. Hal tersebut terjadi karena para investor hanya menginginkan keuntungan tinggi yang akan mereka peroleh, jadi mereka sering mengabaikan produk yang apa yang telah mereka beli.

 

Itulah beberapa penjelasan mengenai investasi bodong yang perlu anda ketahui. Cermatlah sebelum berinvestasi, supaya anda tidak terjerumus ke dalam penipuan investasi yang berujung pada kerugian. Pelajari dan pahami apa itu investasi dan aturan mainnya. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan tinggi dalam waktu yang singkat dan selalu waspada.

Baca Berita Lainnya