Kabupaten Wonosobo

Kabupaten Wonosobo

Kabupaten Wonosobo

Terletak di ketinggian 250 - 2.250 meter di atas permukaan air laut, menjadikan Kabupaten Wonosobo berada di wilayah pegunungan dengan iklim mikro yang sejuk dengan suhu udara antara 14,3o – 26,5o C. Material tanah yang terbentuk di Kabupaten Wonosobo merupakan hasil proses dari vulkanik yang berasal dari Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Pegunungan Dieng sehingga memberikan efek pada tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Kondisi alam yang indah di Kabupaten Wonosobo memiliki daya tarik tersendiri untuk bidang pariwisatanya. Selain keindahan alamnya, Kabupaten Wonosobo juga memiliki hasil alam yang menjadi tujuan wisata salah satunya adalah sumber air panas. Sumber air panas yang terkenal di Kabupaten Wonosobo adalah Pemandian Kalianget yang terletak di Desa Kalianget dan cukup mudah dijangkau.

Infrastuktur Pendukung

Road as supporting facilities for transportation has its important role, especially for land transportation. In order to support land transportation, roads have been built along 999.28 km sub-district road, 115.9 km of provincial road, and 31.9 km national road. From the total of the sub-district road, 83.1% of it are already on asphalt, while more, 16.5% is still rock and the other 0.4% is still soil,

Ringkasan

Luas Kabupaten/Kota

98.468 ha

Jarak ke Semarang

120 km

RTRW

Kawasan Peruntukan Industri membentang dengan luas total 445,86 ha

Pendapatan Perkapita

PDRB atas dasar Harga Konstan (2015): Rp.11.353.869,94

Pertumbuhan Ekonomi

5,25% (2016)

Tingkat Inflasi

2,97%

Total Populasi

858.273 (2017)

Ketersediaan Angkatan Kerja

573.30 (2016)

UMK

USD 113,21

Komposisi Usia

Populasi berusia 15-64 tahun: 66,44%